Daerah, Jawa Timur, Pendidikan

Penjelasan Pihak Sekolah Terkait Karnaval Bercadar dan “Bersenjata”

Salah satu TK peserta karnaval 17 Agustus di Probolinggo mengenakan cadar seraya memegang senjata mainan. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Peserta pawai karnaval 17 Agustus di Probolinggo yang memakai jubah dan bercadar hitam serta menenteng replika senjata mendapat sorotan luas. Hal ini lantaran dinilai tak lazim.

Hartatik (50), Kepala sekolah TK Kartika V-69 di bawah naungan Kodim 0820 Probolinggo, memberikan klarifikasi terkait pakaian yang dikenakan anak-anak didiknya tersebut.

Hartatik menegaskan, tidak ada niat sama sekali dari pihak sekolah mengajarkan kekerasan ke anak-anak didiknya, apalagi mengajari hal-hal yang berbau teroris.

“Anak-anak mengenakan seragam pawai bercadar dan menenteng senjata itu mengangkat tema ‘Perjuangan Bersama Rosulullah Untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa’. Bukan menunjukkan hal yang berbau teroris yang dimaksud warganet,” kata Hartatik, seperti dilansir detikcom, Sabtu (17/8/2018).

Baca Juga:  Warga Kecewa Ikut Program OK OCE, Prabowo Imbau Anies Evaluasi Bawahan

Baca: Viral TK Peserta Karnaval Agustusan di Probolinggo Bercadar dan ‘Bersenjata’

Hartatik pun mengaku, jika ada kekeliruan dari kebijakan tersebut, pihak sekloah meminta maaf karena memang tidak ada maksud lain.

“Saya minta maaf kalau memang saya salah,” ujarnya.

Selain itu, Hartatik juga menjelaskan, seragam yang dikenakan anak-anak didiknya pada pawai itu bukanlah seragam baru, melainkan memfungsikan seragam lama yang dimiliki sekolahnya.

“Untuk menghemat beban biaya wali muridnya,” ucanya.

Sementara ketua panitia pawai budaya TK dan Paud se Kota Probolinggo, Supini (50), mengatakan bahwa dari 158 peserta yang mengikuti pawai budaya tersebut, hanya 1 peserta yang dianggap salah kostum. Pihak panitia pun mengaku lalai lantaran tidak melakukan seleksi terlebih dahulu.

Baca Juga:  Mendikbud Keberatan Istilah "Full Day School": Itu Menyesatkan

“Saya selaku ketua panitia minta maaf, merasa lalai tidak melakukan selektif peserta pawai budaya ini, dan akhirnya acara pawai budaya dari peserta menggunakan baju cadar bertema pasukan Rosulullah saat memerangi orang kafir,” ucapnya.

Sebelumnya, pawai budaya TK dan PAUD se-Kota Probolinggo dalam rangka HUT RI viral di media sosial lantaran ada peserta yang mengenakan cadar dan menenteng replika senjata Laras panjang. Warganet pun mempertanyakan maksud pemakaian kostum tersebut.

Baca Juga:  Belum Puas dengan Penjelasan Fahira Soal "Sahur on The Road", Netizen Pertanyakan Ini

Pawai yang digelar pada Sabtu (18/8/2018) pagi itu melintasi jalur protokol Kota Probolinggo, mulai Jalan Panglima Sudirman (depan Pemkot)-Jalan Suroyo-hingga Alun-alun Kota.

Simak videonya:

Baca juga: Sumanto Al Qurtuby: Saudi Menjadi Modern, Indonesia Menjadi “Primitif”