Daerah, DKI Jakarta

Pengelola Kalibata City Soal Kisruh Penurunan Bendera: Kami Hanya Pindahkan ke Area yang Lebih Aman

Apartemen Kalibata
Ilustrasi: Kompleks apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. (Foto: Warta Kota/Gopis Simatupang)

Jurnalindonesia.co.id – Pengelola apartemen Kalibata City mengklarifikasi soal isu adanya pencopotan paksa bendera merah putih di salah satu apartemen milik Nyimas (40 tahun).

Pengelola apartemen membantah adanya pencopotan paksa, dia hanya mengimbau dan membantu pemilik apartemen memindahkan bendera ke area yang lebih aman, yakni di taman.

“Pengelola hanya memberitahukan kepada ibu pemilik unit untuk memindahkan bendera ke area yang lebih aman, yakni di taman. Sebab, pemilik unit yang berada di 12 CF memasang bendera di balkon, tepatnya di braket AC,” kata General Manager Kalibata City, Ishak Lopung sebagaimana dilansir Republika. Sabtu (18/8).

Ishak menjelaskan, pihak pengelola apartemen khawatir tiang bendera jatuh dan terkena mobil yang melintas dibawah sehingga bisa menimbulkan kecelakaan. Pengelola, menurut Ishak, bahkan menawarkan bantuan untuk memindahkan bedera ke area taman karena pemilik unit tersebut adalah ibu paruh baya yang merupakan orang tua dari Nyimas.

“Ibu tersebut pun mempersilakan petugas,” kata Ishak.

Namun, selang 40 menit, tiba-tiba Nyimas menanyakan pihak yang melepas bendera tersebut. Saat akan dijelaskan oleh pengelola, ada pihak lain yang seketika memprovokasi seolah-olah pengelola melarang pengibaran bendera. Saat itu juga keadaan semakin tidak kondusif karena banyak penghuni lain yang seakan memperkeruh keadaan.

Baca Juga:  Diduga Berafiliasi dengan HTI, 2 Dosen UGM Dinonaktifkan

“Untuk menghindari kondisi tidak kondusif, pertugas pengelola beranjak ke posko sekuriti untuk berkoordinasi. Setelah itu, petugas kembali ke lobi Tower Damar dan bertemu dengan Ibu Nyimas dan sepakat bahwa bendera tersebut dipasang kembali di tempat semula dengan pemasangan dan pengikatan yang lebih aman. Saat pemasangan petugas pengelola didampingi pihak keamanan, dan Ketua RT,” ucapnya.

Ishak menegaskan, pengelola Kalibata City tidak pernah melarang pemasangan bendera seperti yang diberitakan. Bahkan, pengelola Kalibata City ikut memeriahkan HUT RI ke 73. Hal itu dilakukan dengan memasang bendera di banyak lokasi dan membuat acara perayaan lanjutan pada 17 Agustus 2018 di lokasi.

Baca juga: Anies Kecam Pencopotan Bendera di Kalibata City, Padahal Ini Faktanya

Kronologi

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan mengamuk karena diduga adanya pencopotan paksa bendera merah putih, viral di media sosial. Kasus tersebut akhirnya ditangani pihak kepolisian.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, kejadian dilaporkan pukul 17.50 WIB.

Indra menjelaskan kronologis berdasarkan penuturan pengelola yakni Building Supervisor Harry Martono.

Baca Juga:  Terkait Tanah Abang, Sandiaga: Jangan Menghakimi Kami dengan Wawancara yang Sifatnya Anekdotal

Sekitar pukul 13.00 WIB, Harry menjelaskan, semua berawal dari laporan satpam atas adanya pemasangan bendara di atas Balkon Tower Damar.

Setelah dicek, Harry pun melihat bahwa ada bendera yang dimaksud di lantai 12 CF. Dari situlah, pengelola dan satpam naik ke lokasi tersebut. Sesampainya di sana sesuai dengan prosedur, pengelola mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

“Lalu pintu dibuka oleh penghuni seorang ibu paruh baya, kemudian saya menjelaskan himbauan terkait pemasangan bendera merah putih yg ada di balkon tersebut, untuk dipindahkan ke area taman,” kata Indra kepada JawaPos.com, Kamis (16/8).

Penghuni pun mengatakan iya, terkait pemindahan. Sehingga, pengelola pun sempat mengimbau untuk memasang bendera yang berada di Balkon itu untuk dipasang di area taman. Sempat pula Harry berkomunikasi dan membantu perempuan tersebut menurunkannya.

“Setelah dilepas bendera dilipat dengan rapi, kemudian diserahkan ke ibu penghuni itu. Lalu Harry menyampaikan ucapan terimakasih atas kerja samanya dan mohon atas ketidaknyamanannya. Lalu pamit menuju Lobby,” tuturnya.

Namun pada pukul 13.40 WIB, Indra menjelaskan pengelola tengah berada di Lobby Tower Damar, lalu datanglah seorang ibu bernama Nyimas, 40, dari arah belakang Harry, dengan ucapan lantang siapa yang melepaskan bendera saya.

Baca Juga:  Anies Kecam Pencopotan Bendera di Kalibata City, Padahal Ini Faktanya

“Pengelola pun menoleh ke belakang, dan menjelaskan dengan baik. Saat menjelaskan, datanglah seorang laki-laki menanyakan ada masalah apa,” ucapnya.

Dikarenakan situasi semakin tidak kondusif, Harry sebagai pihak pengelola pun beranjak ke posko security untuk berkoordinasi. Setelah itu, kedua pihak pun kembali ke lobby dan didapatkan kesepakatan antara pengelola dan Nyimas.

“Jadi bendera tersebut dipasang kembali di tempat semula, oleh pengelola dan satpam beserta Ibu Nyimas dengan didampingi oleh Ibu Sabina (Ketua RT),” terang Indra.

Lebih lanjut, Indra pun menyatakan bahwa setelah proses mediasi dengan pemasangan kembali bendera, pihak pengelola dan pemilik apartemen berdamai. Setelah itu, Nyimas pun meninggalkan tempat mediasi.