Kriminal

Polda Metro Tunda Penyelidikan Kasus Sandiaga Uno

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno. (Foto: TEMPO/Fardi Bestari)

Jurnalindonesia.co.id – Penyidik Polda Metro Jaya menunda penyelidikan laporan kasus yang diduga melibatkan bakal calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Uno.

Adapun Sandiaga kini masih berstatus terlapor pada kasus dugaan penggelapan dan penipuan penjualan lahan aset perusahaan.

“Penyelidikan menunggu selesai Pemilu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Baca: Jadi Cawapres, Sandiaga Masih Jadi Terlapor 3 Kasus di Polda Metro Jaya

Argo mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian agar menunda penanganan kasus yang melibatkan para pasangan calon presiden maupun cawapres.

Argo menambahkan, penyidik Polda Metro Jaya tidak akan mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi terkait laporan polisi dengan terlapornya Sandiaga.

Untuk informasi, hingga kini bakal Cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, masih tercatat sebagai terlapor dalam tiga kasus.

Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI ke Polda Metro Jaya, atas dugaan Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU). Laporan tertuang di dalam nomor laporan LP/3356/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimum, tertanggal 27 Juni 2018.

Fransiska menjelaskan, kejadian ini bermula saat Sandiaga masih berkantor bersama Edward Seky Soeryadjaya di Jalan Teluk Betung. Edward menitipkan secara lisan kepada Sandi agar membantu mengurusi PT Japirex.

“Kemudian Sandi mengalihkan 40 persen saham PT Japirex dari JN alias John kepada dirinya pada 17 mei 2001. Akta notaris nomor 32, tanggal 22 November 2001 dan meliquidasi tanggal 11 Februari 2009, penjualan 2 sertifikat tanah tanggal 22 november 2012, kepada HIH alias HO, yang merupakan asset PT dengan luas 6.175 M2,” bebernya.

Baca: Ini Bukti Dugaan Penggelapan yang Dilakukan Sandiaga Uno

Dari kasus itu, Edward mengalami kerugian materil hingga miliaran rupiah. “Kerugian mencapai Rp 20 miliar,” ungkap Fransiska.

Selain kasus dugaan TPPU, Sandiaga Uno juga dilaporkan dalam dua kasus pidana lainnya. Pelapornya yakni Fransiska Kumalawati Susilo di kasus penggelapan dan pemalsuan. Kasus berikutnya yakni dilaporkan oleh Arnol Sinaga atas tuduhan pemalsuan dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

Sandiaga Uno juga dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau penadahan dan atau Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam pemeriksaannya, Fransiska mengaku sudah memberikan semua bukti-bukti atas laporannya tersebut kepada polisi. Dia juga menyebutkan polisi sudah memeriksa saksi-saksi yang dia ajukan dalam kasus yang menjerat Sandiaga Uno.

“Banyak mas, sejak dari pendirian dan pembelian awal tentunya. Kan bisa dilihat dari sejarah kepemilikan barang itu. Hampir semua saksi sudah diperiksa,” tegas Fransiska.

Loading...