Politik

Demokrat: Sandiaga Uno Santri Juga, Kan Ada Pesantren Kilat

Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno. (Foto: Kompas.com)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyebut Sandiaga Uno sebagai santri post-Islamisme.

Hal tersebut sempat bahan guyon di media sosial. Lantaran Sandiaga yang lebih dikenal sebagai politikus berlatar belakang pengusaha, tiba-tiba disebut santri.

Status santri Sandi ini kembali disinggung dan menjadi bahasan yang memicu tawa di acara ‘Mata Najwa’ yang disiarkan langsung Trans7, Rabu (15/8/2018).

Awalnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengingatkan soal status santri Sandi yang sempat dinyatakan oleh Sohibul Iman.

“Menurut Ketua Umum PKS ini, Sandi itu santri juga, santri posmo…,” kata pria yang akrab disapa Rommy itu. Pernyataan itu pun disambut tawa penonton.

Baca Juga:  Penyerangan Polisi Belgia: Teriak “Allahu Akbar!” seraya Ayunkan Golok

Baca: Ini Penjelasan PKS soal “Santri Post-Islamisme” yang Disematkan ke Sandiaga

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kemudian menimpali bahwa Sandiaga memang santri juga. Sandiaga pernah menempuh pendidikan pesantren, meski bukan di pondok pesantren selama bertahun-tahun.

“Santri juga, kan ada pesantren kilat,” kata Ferdinand.

Sandiaga Uno dipilih Prabowo Subianto sebagai cawapres untuk mendampinginya di pemilihan presiden 2019 nanti. Pada deklarasi pencapresan pada 10 Agustus 2018 lalu, Presiden PKS Sohibul Iman dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa Sandi juga merupakan santri.

Baca Juga:  Program OK OCE Akan Dinasionalkan, DPRD DKI: Di Jakarta Saja Gagal

“Mungkin beliau (Sandiaga) dalam kacamata kita selama ini tidak terkategori sebagai santri. Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam modern, tetapi beliau mengalami proses spiritiualisasi dan islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan Saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman,” kata Sohibul dalam deklarasi Prabowo-Sandi di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Baca Juga:  MCA Membela Umat Islam, Mengantisipasi Bahaya PKI

Baca: Blak-blakan Luhut Soal Alasan Prabowo Lebih Pilih Sandi daripada AHY