Politik

Rocky Gerung Nilai Jokowi Lemah dan Tak Sanggup Pertahankan Integritas

Rocky Gerung.
Rocky Gerung. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Mantan dosen UI Rocky Gerung menilai, peristiwa politik penentuan calon wakil presiden (cawapres) untuk Joko Widodo (Jokowi) pada pekan lalu sebagai sebuah pameran sikap imoralitas. Sebab, menurutnya, Jokowi sudah menentukan pilihannya sendiri, yakni Mahfud MD, namun mendadak mengubah keputusannya karena ada tekanan dari koalisi partai politik pendukungnya.

“Anda bayangkan, seorang presiden, pada saat terakhir tidak bisa mempertahankan integritasnya,” ujar Rocky dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan TVOne pada Selasa (14/8/2018) malam.

Sebagaimana diungkapkan Mahfud MD, Jokowi mengaku didesak oleh partai koalisi untuk mengganti namanya sebagai cawapres dan digantikan dengan Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) yang juga sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin.

Baca: Terungkap, Ternyata “Ancaman” NU Akan Tinggalkan Jokowi Atas Perintah Ma’ruf Amin

Jokowi dan Ma'ruf Amin

Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin saat tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Menanggapi hal tersebut, Rocky tak bisa membayangkan betapa lemahnya integritas Jokowi hanya dalam urusan penentuan cawapres. Bukan suatu hal yang mustahil, kata pengajar ilmu filsafat itu, jika Jokowi nantinya akan tunduk pada tekanan sana-sini saat dihadapkan pada satu situasi yang lebih rumit yang menuntut keteguhan sikapnya.

“Jadi bagaimana mungkin dia dalam situasi yang mungkin lebih berbahaya dia dapat tangguh menghadapi. Dalam duel internasional, misalnya, dalam negosiasi,” kata Rocky.

Mestinya, menurut Rocky, Jokowi memiliki kesempatan dan otoritas untuk mempertahankan sikapnya dan tidak tunduk pada desakan partai pengusungnya. Apalagi Jokowi dalam kapasitasnya tidak hanya sebagai calon presiden, tetapi bahkan presiden yang masih berkuasa.

“Jadi, kita baca dalam psychogram, bahwa Pak Jokowi itu lemah. Yang terhina adalah moralitas publik,” ucap Rocky.

Baca juga: Sindir Said Aqil, Mahfud MD: Setnov Diberi Kartu NU, Saya yang NU Tidak

Loading...