Daerah, DKI Jakarta

Anies Coret Anggaran Selter, Begini Reaksi Kekecewaan Warga Bukit Duri

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: TribunJakarta/Pebby Ade Liana)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoret anggaran pembangunan hunian sementara (selter) di Bukit Duri, Jakarta Selatan, dalam anggaran penerimaan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2018.

Anggaran senilai Rp5,98 miliar itu dicoret dengan alasan karena tak ada lahan.

“Tidak ada lokasi yang memadai dibangun selter, tadinya kan maunya jangan jauh dari situ. Tapi ternyata tidak ada lokasinya. Daripada tidak bisa dilaksanakan dan jadi Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran), lebih baik kita matikan saja,” kata Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Meli Budiastuti di Balai Kota Jakarta, Selasa (14/8).

Meli mengatakan Pemprov DKI akan mengajukan opsi ke Anies untuk membangun selter di Pasar Rumput. Namun hingga kini Anies belum memberikan tanda-tanda akan menyetujui opsi tersebut.

Baca Juga:  Risma Sujud dan Minta Maaf Lantaran Takmir Masjid Protes Isi Undangan

“Kalau lahannya tidak ada, mau bagaimana? Kalau tidak ada yang tersedia untuk dibangun rusun tentu kami cari lokasi terdekat. Pasar Rumput itu termasuk yang terdekat,” lanjutnya.

Diketahui, warga Bukit Duri berhasil memenangkan gugatan class action atas penggusuran yang terjadi pada 2016 lalu atau di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta kemudian memenangkan gugatan class action warga Bukit Duri pada akhir 2017 lalu.

Lalu Anies menjanjikan untuk melakukan penataan di Bukit Duri dengan membangun shelter. Ia juga menjanjikan akan memberi dana kompensasi bagi warga Bukit Duri yang mengontrak dengan uang sendiri.

gugatan class action warga Bukit

Suasana pembacaan putusan sidang gugatan class action warga Bukit Duri, di PN Jakarta Pusat. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sementara itu, dikutip dari CNNIndonesia.com, Koordinator Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi, mengungkapkan kekecewaan atas keputusan tersebut.

Baca Juga:  Warga Kecewa Ikut Program OK OCE, Prabowo Imbau Anies Evaluasi Bawahan

Sandyawan menilai, keputusan itu bertolak belakang dengan janji Anies di awal masa jabatannya.

“Agak tidak masuk akal, kan di tempat kami digusur habis, tidak ada lahan seperti di Kampung Akuarium. Dengan alasan tidak ada lahan tidak dibangun apa-apa. Uang juga tidak jadi diganti, itu solusi yang aneh,” kata Sandyawan yang selama ini mendampingi warga gusuran di Bukit Duri, Selasa (14/8).

Baca Juga:  Tak Gubris Kritikan MUI dan Muhammadiyah, Sandiaga Tetap Gelar Tarawih di Monas

Sandy menyebut, ada sekitar 279 kepala keluarga yang menjadi korban gusuran di Bukit Duri. Saat ini, kata dia, mereka tak memiliki tempat tinggal tetap.

Menurutnya, warga Bukit Duri mengontrak dengan uang sendiri. Uang kompensasi mengontrak rumah yang dijanjikan Anies dan jajarannya pun tak kunjung turun hingga saat ini.

“Ya sudah kalau memang itu keputusan Pemprov DKI. Tapi kok, itu bertentangan dengan janji Pak Gubernur, ya? Coba tanyakan ke Pak Gubernur,” ujar Sandy.