Daerah, DKI Jakarta

PKS Klaim Posisi Wagub DKI, Taufik: Sudah Seperti Pemburu Jabatan Saja

Mohamad Taufik
Ketua DPD Gerindra DKI yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik. (Foto: Pos Kota)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta semua pihak untuk bersabar terkait kandidat wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno yang kini maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Taufik mengatakan, ada kemungkinan dirinya diusulkan menjadi Wagub DKI karena posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra DKI.

Namun, Taufik pun mengaku belum ada pembahasan antara Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenai jabatan tersebut.

“Saya mungkin akan diusulkan jadi kandidat wagub karena saya ketua DPD, tapi nanti pada waktunya (dibahas bersama PKS). Sekarang ini belum kering loh, baru kemarin Pak Sandiaga mundur dan diantarkan ke KPU,” kata Taufik kepada CNN Indonesia, Sabtu (11/8).

Diketahui, PKS pun mengklaim memiliki hak untuk mengisi kekosongan kursi di DKI 2. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera disebut-sebut sebagai kandidat Wagub menduduki jabatan yang ditinggalkan Sandiaga Uno itu.

Mardani Ali Sera dan Sandiaga Uno

Mardani Ali Sera (Kanan) dan Sandiaga Uno

Menanggapi hal tersebut, Taufik meminta partai pimpinan Sohibul Iman itu bersabar. Kata Taufik, Gubernur Anies Baswedan saja tidak mempermasalahkan kekosongan posisi wagub untuk sementara ini.

“Sudahlah sabar dulu. Nanti pada saatnya juga akan diurus. Sabar dulu. Pak Anies saja tidak mengeluh jabatan wakil sementara kosong, sistem di pemprov juga tidak mempersoalkan itu,” ucap Taufik.

Wakil Ketua DPRD itu bahkan menilai PKS sudah seperti pemburu jabatan. Menurutnya, jabatan bukan untuk dibagi-bagi tanpa pembahasan mendalam.

“Itu yang bilang PKS kan? Sabar dong PKS, sudah kaya pemburu jabatan saja. Memangnya jabatan itu apaan dibagi-bagi gitu? Memangnya kita sedang bagi-bagi jabatan? Semua itu kan nanti akan ditentukan oleh DPRD juga,” lanjutnya.

Presiden PKS Sohibul Iman sebelumnya mengklaim Gerindra legawa menyerahkan posisi Wagub DKI Jakarta ke PKS lantaran legawa memberikan posisi Cawapres kepada Sandiaga.

“Tentu dari PKS (yang telah) memberikan posisi wakil presiden. Tentu mereka (Gerindra) memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi Wagub,” kata Sohibul di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8) kemarin.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. (Foto: Kompas.com/Nabilla Tashandra)

Adapun penggantian wakil kepala daerah diatur dalam UU 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan Pasal 26 ayat 4, untuk mengisi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berasal dari partai politik (parpol) atau gabungan parpol dan masa jabatannya masih tersisa 18 bulan atau lebih, kepala daerah mengajukan dua orang calon wakil kepala daerah.

Nama yang diajukan itu berdasarkan usul parpol atau gabungan parpol yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah periodenya. Nantinya, rapat paripurna DPRD akan memutusukan pilihannya.

Berdasar aturan itu dan dalam konteks kepala daerah di DKI, maka fraksi PKS dan Gerindra di DPRD DKI berhak mengajukan dua nama calon wagub pengganti. Lantaran Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diusung oleh kedua parpol itu pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Loading...