Politik

Menang Gugatan, Fahri Hamzah Ancam Sita Kantor PKS Jika Tak Mau Bayar

Gedung DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta
Gedung DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta. (Foto: Republika/Aditya Pradana Putra)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengultimatum PKS setelah memenangkan kasasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Fahri mengancam akan menyita aset PKS jika partai tersebut tak mau membayar Rp 30 miliar terkait kemenangan gugatannya, Fahri .

“Ya, kalau nggak (bayar), saya sita gedungnya atau harta dari mereka-mereka yang saya gugat,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Dengan ditolaknya kasasi ini berarti sengketa pemecatan Fahri telah inkrah. Fahri pun siap melakukan eksekusi. Dia berharap pihak yang bersengketa dengannya menunjukkan sikap ketaatan hukum.

“Kita akan segera mengirim surat eksekusi. Meminta agar semua dipenuhi. Jadi saya kira posisinya sudah jelas dan teman-teman harus menunjukkan ketaatan pada hukum. Jangan muter-muter. Sebab, ketaatan pada hukum harus menjadi karakter dari parpol,” ucap Fahri.

Diketahui, dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Fahri menang. Saat PKS mengajukan Banding, Pengadilan Tinggi DKI juga menguatkan putusan PN Jaksel yang berarti memenangkan Fahri. PKS kemudian mengajukan kasasi dan dalam putusannya MA menolak. Dengan penolakan itu, sengketa pemecatan Fahri telah inkrah.

Selain menyatakan pemecatan tersebut tidak sah, majelis hakim menghukum PKS membayar Rp 30 miliar ke Fahri.

Gugatan Rp 30 miliar itu dikabulkan karena majelis menganggap apa yang dialami Fahri setelah dipecat sangat berat. Majelis menganggap Fahri mengalami tekanan psikologis akibat pemecatan tersebut.

Baca: Menang Kasasi di MA, Fahri Minta PKS Segera Bayar Rp30 M