Daerah, DKI Jakarta

Viral Jernihnya Kali Item di Era Ahok dan Klaim Anies Soal Warisan Masalah

Kali Item
Petugas kebersihan membersihkan sampah di Kali Item yang telah ditutup jaring di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Jurnalindonesia.co.id – “Aroma yang selama ini dirasakan warga, bukan dua bulan terakhir, bukan delapan bulan terakhir, tetapi bertahun-tahun, alhamdulillah hari ini sudah jauh lebih berkurang,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam peninjauan mendadak di kawasan Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018) sore.

Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item ramai diperbincangkan setelah Gubernur Anies Baswedan memutuskan untuk menutup permukaannya dengan jaring. Tujuannya untuk mengurangi bau tak sedap yang menguar dari kali tersebut ke arah wisma tempat istirahat ribuan atlet Asian Games 18 Agustus-2 September nanti.

Sebelumnya, upaya dengan teknologi nano bubble dan pembersihan kali oleh petugas PPSU tak cukup untuk menghilangkan bau.

Anies mengatakan, wajah Kali Item yang hitam, kotor, dan bau itu sudah muncul bertahun-tahun. Anies menyebut Kali Item itu sebagai warisan dari pemerintahan sebelum-sebelumnya.

“Jika yang mengelola Jakarta dulu memperhatikan ini, kita enggak punya warisan Kali Item. Ini karena (Kali Item) dulu enggak diperhatikan, jadi kita punya warisan Kali Item,” kata Anies di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Petugas sedang membersihkan Kali Item atau Kali Sentiong. (Foto: Liputan6)

Anies menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di bawah kepemimpinannya menerima warisan tersebut dan akan memperhatikan kondisi Kali Item. Pemprov DKI tengah melakukan berbagai cara untuk mengubah wajah kali tersebut.

“Ketika sekarang diperhatikan, ramai pula. Sekarang saya sampaikan kepada semua, coba dulu dibereskan, kita enggak punya warisan masalah ini. Nah, sekarang kenyataannya ada itu, sekarang kita bereskan,” kata dia.

Kemudian pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR turun tangan di Kali Item. Bersama dengan sejumlah kelompok lain seperti Keluarga Alumni UGM, Keluarga Alumni ITB dan juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

“Kali Item di bawah Pemprov DKI, tapi kemudian kami ambil alih karena tidak ada kemajuan. Pengambilalihan itu tentu saja ada dasar hukumnya karena Jakarta ini kan Ibukota sehingga memiliki kekhususan dalam penanganannya,” kata Staf khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali, 27 Juli 2018 lalu.

Dan pada Senin (30/7/2018) sore, Gubernur Anies bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendarwan, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Yusmada Faizal, serta sejumlah pegawai Pemprov DKI lainnya, melakukan peninjauan mendadak di kawasan Kali Item. Anies mengaku mendapati bau tidak sedap Kali Item sudah jauh berkurang.

“Saya ngecek (Kali Item) sekarang ini, impromptu (mendadak) tidak ada yang tahu. Saya jalan, saya ngecek kondisinya seperti apa, hasilnya alhamdulillah,” kata Anies di lokasi.

Anies mengatakan, kondisi Kali Item kini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya aroma tak sedap yang muncul dari Kali Item sudah jauh berkurang.

“Aroma yang selama ini dirasakan warga, bukan dua bulan terakhir, bukan delapan bulan terakhir, tetapi bertahun-tahun, alhamdulillah hari ini sudah jauh lebih berkurang,” ujarnya.

Yang mempopulerkan nama Kali Item tidak lain karena warnanya yang hitam dan baunya yang tak sedap. Kali Item sebenarnya ada untuk bagian sodetan antara Kali Sentiong dengan Sunter, namun nama yang sama akhirnya populer juga untuk bagian Kali Sentiong dekat Wisma Atlet Kemayoran.

Di tengah klaim Anies yang menyebut kumuhnya Kali Item tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun lamanya, beredar viral foto-foto Kali Sentiong semasa 2017 lalu. Namun dalam foto itu tampak perbedaan yang kondisinya jauh dibanding sekarang. Foto-foto itu menunjukkan Kali Sentiong dengan air yang relatif bersih, mengalir, dan bahkan dijadikan tempat berenang oleh anak-anak.

Foto-foto Kali Item dengan air yang jernih diunggah dalam akun Facebook Rifqi Fathullah pada 26 Maret 2017 lalu.

Dikutip Tempo, 3 Agustus 2018, Rifqi menegaskan bahwa foto yang dia unggah tersebut sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Menurutnya, saat itu ia mengambil foto lantaran takjub dengan perubahan Kali Sentiong.

“Zamannya Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) masih menjabat gubernur itu kalinya masih bersih banget. Saya takjub ini kalinya bersih banget,” ucapnya.

Foto: Facebook Rifqi Fathullah

Rifqi pun kembali mengunggah kembali foto-fotonya tersebut setelah ramai pemberitaan Kali Sentiong sebagai Kali Item.

“Saya siap mempertanggungjawabkan kebenaran foto-foto itu,” tegas Rifqi.

Masih dari Tempo, setelah dicek lokasi di mana foto itu diambil, yakni di bagian Kali Sentiong sisi Wisma Atlet Kemayoran dan menghadap ke Danau Sunter Selatan, bentuk bibir kali dan konstruksi pembangunan yang menjadi latar belakang foto, diyakini kalau lokasi tersebut sama.

Foto: Facebook Rifqi Fathullah

Keaslian dari foto tersebut juga diperkuat Lurah Sunter Jaya, Tanjung Priok, Een Hermawan.

“Iya, benar. Itu foto dulu,” kata Een kepada Tempo saat ditemui di Kantor Kelurahan Sunter Jaya pada Jumat (3/08/2018).

Menurut Een, kondisi Kali Sentiong saat itu jernih lantaran sering turun hujan. Sehingga, air di kali itu pun dapat mengalir akibat debit air yang lebih banyak.

Ia juga membenarkan kalau pemerintah era Ahok pernah mengeruk lumpur Kali Sentiong penyebab banjir sekitar awal 2017.

“Setahun sekali lah kali itu dikeruk. Saya lupa pastinya kapan. Tapi kalau pembersihan setiap hari,” ujar Een.

Loading...