Daerah, DKI Jakarta

Ganjil-Genap Berlaku, Anies Minta Pengendara Taati Aturan di DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: TribunJakarta/Pebby Ade Liana)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perpanjangan aturan ganjil-genap diterapkan pada semua warga. Anies meminta para pengendara untuk taati peraturan yang berlaku di DKI Jakarta. Hal itu dikemukakan Anies menanggapi keluhan masyarakat terkait peraturan tersebut.

“Ya ini kan sudah satu bulan (uji coba) kemarin kita memulai, karena itu ya sekarang mari kita sama-sama menyesuaikan peraturan yang berlaku. Semuanya sama kok, tidak ada pengecualian,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Agustus 2018.

Baca: Jalur Sepeda Terhalang Tiang, Sandi Imbau Warga Bersepeda Zig-zag

Anies mengatakan dalam Pergub-nya tentang perluasan ganjil genap tersebut ada pemberian dispensasi bagi kendaraan pembawa penumpang disabilitas. Dia mengatakan para penyandang disabilitas membutuhkan akses yang harus diakomodasi.

“Kecuali, saya ingin garisbawahi bahwa di dalam Pergub itu ada pengecualian untuk penyandang disabilitas. Bahwa kita menyadari untuk penyandang disabilitas kebutuhan akses mereka lebih tinggi, maka dari itu di dalam pergub untuk penyandang disabilitas mendapat pengecualian,” ucap Anies.

Untuk membedakan mobil penyandang disabilitas dengan mobil biasa, nantinya Pemprov DKI akan memberikan stiker khusus. Sehingga nantinya mobil tersebut dapat diketahui oleh petugas di lapangan.

Baca: Ini Alasan Pemprov DKI Hitam-Putihkan Kembali Pembatas Jalan Warna-warni

“Saya sudah instruksikan kepada Dishub, nanti mereka akan kasih stiker khusus. Sejauh ini kalau diberhentikan ternyata disabilitas, maka tidak ditindak,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sebagai solusi kemacetan, para pengendara bisa pindah ke kendaraan umum. Hal itu juga dapat mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada ribuan pengendara roda empat yang terkena tilang pada hari pertama pelaksanaan perluasan ganjil genap di Ibu Kota.

Polda Metro Jaya dapat menilang para pelanggar kawasan ganjil genap yang telah diperpanjang zona dan waktunya. Sanksi bagi pelanggar aturan ganjil-genap diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Denda maksimal bagi para pelanggar Rp 500 ribu.

Baca: Sandi Nilai Perombakan Pejabat di Pemprov DKI Sudah Sesuai Aturan

Lokasi perluasan sistem itu meliputi:

1. Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan MT Haryono-Jalan DI Panjaitan-Jalan Ahmad Yani-Simpang Coca Cola/Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.
2. Arteri Pondok Indah, mulai Simpang Kartini sampai Simpang Kebayoran Baru.
3. Jalan HR Rasuna Said.
4. Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.

Di sisi lain, rute alternatif tetap diberikan agar warga Ibu Kota tetap bisa beraktivitas. Berikut jalur alternatifnya:

1. Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman, dan seterusnya.
2. Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-Jalan Casablanca-Jalan KH Mas Mansyur, dan seterusnya.
3. Jalan RE Martadinata-Jalan Danau Sunter Barat-Jalan HBR Motik-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
4. Jalan Kwitang-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
5. Jalan RA Kartini-Jalan Ciputat Raya.
6. Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika (arah utara) atau Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-Jalan Raya Kalibata-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Casablanca, dan seterusnya (arah barat).

Dalam Pergub Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap Selama Penyelenggaraan Asian Games 2018, diatur bahwa pembatasan lalu lintas ini diberlakukan mulai tanggal 1 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Pemberlakuan sistem ini setiap hari pukkul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB. Hal itu tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) dan (2) Pergub ini.

Pada Pasal 4 huruf k Pergub itu diatur, kendaraan yang membawa masyarakat difabel termasuk kendaran yang tidak perlu mengikuti peraturan ganjil genap ini. Pergub ini ditandatangani pada 31 juni 2018 oleh Anies.

Loading...