Daerah, DKI Jakarta

Ini Alasan Pemprov DKI Hitam-Putihkan Kembali Pembatas Jalan Warna-warni

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan (tengah) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) usai meninjau Kali Item dan kampung warna-warni di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018). (Foto: Tribunjakarta.com/Novian Ardiansyah)

Jurnalindonesia.co.id – Pembatas jalan yang sudah dicat warna-warni di sejumlah wilayah di DKI Jakarta kembali dicat warna hitam-putih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat penjelasan dari Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Yusmada Faizal mengenai ketentuan soal marka jalan. Salah satunya soal warna untuk kepentingan keamanan.

“Ada ketentuan-ketentuan mengenai marka-marka jalan. Asisten Pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati karena memiliki fungsi tidak hanya untuk estetika, tapi juga untuk safety,” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Pembatas jalan di Pasar Rebo sempat dicat warna-warni lalu balik lagi jadi hitam-putih. (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)

Baca: Picu Kontroversi, Pembatas Jalan Warna-warni Kembali Dicat Hitam Putih

Baca Juga:  Anies Minta Pusat Tak Ganggu Pembenahan Kali Item

Yusmada sendiri saat dikonfirmasi, mengatakan sebenarnya belum ada aturan baku soal warna pembatas jalan. Namun biasanya warna menyesuaikan dengan kondisi jalan tersebut.

“Soal separator itu adalah bagian dari kelengkapan jalan yang mesti perlu kaidah-kaidah traffic jalan raya dipenuhi. Secara spesifik aturan pewarnaan itu belum ada, tapi ada pemahaman standar dari yang universal bahwa warna tipikal itu bisa warna aslinya benda itu atau dipertegas putih-hitam itu warna tipikal,” kata Yusmada ke awak media, Selasa (31/7/2018).

Baca Juga:  Anies: Trotoar Rancangan Ahok Indah di Mata Tapi Tidak Enak di Hati

Yusmada memastkan, penggantian warna pembatas jalan tidak lain demi keselamatan. Warna-warna yang digunakan tentu ada maknanya.

“Iya, alasan utama keselamatan pengguna jalan. Pewarnaan itu ada maknanya. Memang kita akan coba arahkan Pak Gubernur diresmikan mungkin regulasinya soal warna-warna itu yang punya warna lalu lintas,” ujar Yusmada.

“Ya mungkin Pak Gubernur yang jawab, tapi saya berikan input seperti itu bahwa ada warna-warna standar universal yang punya makna di jalan raya itu,” imbuhnya.

Pembatas jalan di Pasar Rebo

Pembatas jalan di Pasar Rebo sempat dicat warna-warni lalu balik lagi jadi hitam-putih. (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, salah satu pembatas jalan di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang awalnya berwarna-warni kini kembali menjadi hitam-putih. Informasi tersebut berawal dari unggahan netizen di media sosial. Unggahan berupa foto itu memperlihatkan para petugas PPSU yang tengah melakukan pengecatan ulang pembatas jalan berwarna-warni itu menjadi hitam putih.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Ketabrak Pemotor yang Lawan Arus Hindari Razia

Baca: Sandiaga Uno Soal Separator Warna Warni: Itu Inisiatif Warga