Daerah, DKI Jakarta

Polisi Sebut Pembongkaran JPO Bundaran HI Terburu-buru dan Tanpa Koordinasi

Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Royke Lumowa
Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Royke Lumowa. (Foto: Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Polisi menilai pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terlalu terburu-buru. Tak hanya itu, polisi juga menyayangkan perobohan JPO dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa mengatakan, mestinya pembongkaran dilakukan setelah gelaran Asian Games 2018 usai.

“Saya juga tidak tahu ini kenapa itu buru-buru dirobohkan, kan harusnya nunggu Asian Games. Tapi ya cuma di titik ini saja hambatannya, yang menuju Patung Kuda lancar,” kata Royke ditemui di kawasan Bundaran HI, Selasa (31/7/2018).

JPO tersebut dibongkar dan diganti dengan jalur khusus penyeberangan orang atau Pedestrian Light Control/Pelican Crossing.

Namun, menurut Royke, pelican crossing pengganti JPO tersebut justru akan menghambat arus lalu lintas. Hal itu karena sejumlah kendaraan akan diwajibkan berhenti saat lampu penyeberangan sudah aktif.

Baca Juga:  4 Tempat Wisata di Seminyak Bali

“Tentu akan mempengaruhi, ada hambatan sedikit. Karena penyeberangan sebidang ini namanya, pelican crossing, orang menyeberang di jalan, bukan elevated atau di atas,” tuturnya.

Baca: Pelican Crossing di HI Berlaku, Warga Keluhkan Bertambahnya Kemacetan

Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Royke sendiri mengaku belum mengetahui pasti apakah pembongkaran JPO oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tersebut sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya atau belum. Kalau pun belum, dia menilai karena terburu-buru untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Baca Juga:  Istana Bantah Harga BBM di Papua Cuma Turun Saat Jokowi Blusukan ke Papua

“Saya nggak tahu ini udah koordinasi sama Polda metro atau belum. Buru-buru dikerjakan mungkin biar proyeknya cepat selesai,” imbuhnya.

Seharusnya, kata Royke, jembatan yang dibongkar tersebut nantinya akan berwujud underpass atau penyeberangan dalam tanah dan bukan di jalan raya.

Pembongkaran JPO itu sendiri dilakukan pada Senin (30/7/2018) malam hingga Selasa sekitar pukul 05.00 WIB. Saat pembongkaran dilakukan, jalan sekitar Bundaran HI hingga Thamrin pun ditutup.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, pembongkaran itu dilakukan karena sulit terintegrasi dengan MRT yang memang berada di bawah permukaan tanah di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Pelican Crossing di HI Berlaku, Warga Keluhkan Bertambahnya Kemacetan

Proyek MRT yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus dengan MH Thamrin itu dibangun dengan dua jenis rute. Pertama adalah rute rel layang dari Lebak Bulus hingga selepas kawasan Blok-M, lalu rute bawah tanah dari mulai sana hingga kawasan Bundaran HI.

Baca juga: Polisi Anggap Pembongkaran JPO HI Terburu-buru, Anies: Dikerjakan Juli atau Desember Sama Saja