Daerah, DKI Jakarta

Polisi Anggap Pembongkaran JPO HI Terburu-buru, Anies: Dikerjakan Juli atau Desember Sama Saja

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan inspeksi pembangunan "pelican crossing" di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (30/07/2018). (Foto: Susylo Asmalyah/Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menepis pernyataan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Royke Lumowa yang menyebut perobohan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, terlalu terburu-buru.

Menurut Anies, perobohan JPO tersebut tidak terburu-buru. Dia berpendapat, kapan pun pengerjaannya akan tetap memakan durasi waktu yang sama.

“Dikerjakan bulan Desember atau Juli itu pengerjaannya sama saja, tinggal mau bulan Juli atau Desember,” kata Anies kepada wartawan di Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

“Apakah Desember atau Juli ya proses pengerjaannya sama. Sekarang ya dikerjakan sekarang,” lanjutnya.

Baca Juga:  Anies Minta Pusat Tak Ganggu Pembenahan Kali Item

Baca: Polisi Sebut Pembongkaran JPO Bundaran HI Terburu-buru dan Tanpa Koordinasi

Sebelumnya Irjen Royke Lumowa mengatakan, pembongkaran JPO di kawasan Bundaran HI terlalu terburu-buru. Tak hanya itu, dia juga menyayangkan perobohan JPO dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu.

Mestinya, kata Royke, pembongkaran dilakukan setelah gelaran Asian Games 2018 usai.

“Saya juga nggak tahu kenapa itu buru-buru dirobohkan, kan harusnya nunggu Asian Games. Terlalu cepat dilakukan eksekusi, karena memang kenyataannya mengganggu. Karena penyeberangan sebidang ini, namanya pelican crossing, orang menyeberang di jalan, bukan elevated atau di atas,” kata Royke, Selasa (31/7).

Baca Juga:  Sandiaga Sebut Belum Tentu Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Dapat Ganti Rugi

Namun, menurut Royke, pelican crossing pengganti JPO tersebut justru akan menghambat arus lalu lintas. Hal itu karena sejumlah kendaraan akan diwajibkan berhenti saat lampu penyeberangan sudah aktif.

“Tentu akan mempengaruhi, ada hambatan sedikit. Karena penyeberangan sebidang ini namanya, pelican crossing, orang menyeberang di jalan, bukan elevated atau di atas,” tuturnya.

Royke sendiri mengaku belum mengetahui pasti apakah pembongkaran JPO oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tersebut sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya atau belum. Kalau pun belum, dia menilai karena terburu-buru untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Baca Juga:  Anies Terbitkan Pergub Badan Pengelola Reklamasi, Proyek Reklamasi Lanjut?

“Saya nggak tahu ini udah koordinasi sama Polda metro atau belum. Buru-buru dikerjakan mungkin biar proyeknya cepat selesai,” ujarnya.

Baca: Pelican Crossing di HI Berlaku, Warga Keluhkan Bertambahnya Kemacetan