Daerah, DKI Jakarta

Kali Item Warisan, DPRD: Anies Jangan Cari Kesalahan Gubernur Lalu

Jurnalindonesia.id – Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menanggapi pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut wajah Kali Item yang hitam, kotor, dan bau itu sebagai warisan dari pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Edi Marsudi mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bekerja dan tidak hanya mengeluhkan peninggalan kerja era pemerintahan masa lalu.

Prasetyo mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies dalam menyambut Asian Games yang juga akan diselenggarakan di Jakarta. Tapi, terkait Kali Item, Prasetyo menilai sebaiknya Pemprov DKI mencari solusi yang lebih baik, yakni dengan melakukan pengerukan atau penyodetan.

“Intinya kami mengapresiasi pemerintahan DKI, tapi yang lebih baiknya solusi untuk Kali Item ini kan dulu kali yang tidak pernah tersodet dari Kemayoran sampai Sunter, sekarang berjalan. Apakah kali itu mau dikeruk atau disodet?” kata Prasetyo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/7/2018).

Baca: Anggap Kali Item Bukan Persoalan Baru, Anies: Itu Warisan Pemerintah Sebelumnya

Baca Juga:  Tak Temui Sopir Angkot Tanah Abang, Anies: Kan Sudah Ada Pak Wagub

Prasetyo menegaskan Anies jangan hanya mengeluh dan mencari-cari kesalahan pemerintahan masa lalu. Dia berharap Anies bisa bertindak cepat untuk melakukan aksi, terlebih perhelatan Asian Games di Jakarta tinggal menghitung hari.

“Jangan mencari kesalahan ini bekas pemerintahan sebelumnya, tapi ayo kita kerjakan ke depannya, apa langkah ke depan, apakah dikeruk atau bagaimana?” katanya.

Prasetyo pun mengakui bahwa Kali Item tersebut luput dari perhatian pemerintahan DKI Jakarta sejak lama. Untuk itu, dia berharap Anies mau membereskan persoalan kali ini.

“Memang dari dulu tidak tersentuh, tapi kan setelah ganti pemimpin harusnya diperbaiki,” katanya.

Baca: Media Asing Soroti Bendera Bambu dan Kali Item, Sandiaga: Kita Tunjukkan Ini Asian Games Terbaik

Terkait dengan ide untuk memasangkan waring di permukaan kali tersebut, Prasetyo mengapresiasi. Meski yang dilakukan itu dinilai Prasetyo hanya untuk soal estetika saja.

“Sebetulnya kalau itu langsung dikerjakan bisa selesai cepat. Untuk itu kami harapkan minimal ada perubahan lah. Saya mengapresiasi ide Pak Gubernur mungkin itu yang lebih indah, kalau itu yang lebih baik menurut beliau, ya sudah,” katanya.

Baca Juga:  Ormas Minta THR ke Pengusaha, Anies: yang Penting Tidak Melanggar Hukum
Kali Item yang ditutup dengan waring.Kali Item yang ditutup dengan waring

Selain soal Kali Item, Prasetyo juga menyoroti soal kebersihan dan ketertiban kawasan protokol DKI Jakarta. Dia ingin penataan trotoar bisa dilakukan dengan maksimal, dan penataan PKL juga bisa dilakukan dengan baik demi citra Ibu Kota di hadapan tamu-tamu dari negara peserta Asian Games.

“Saya minta pemda mulailah sosialisasi. Di trotoar itu ada masalah terminal bayangan. Di Bundaran HI juga masih banyak pedagang kopi keliling, hal itu harus jadi perhatian supaya pandangan tamu-tamu negara peserta Asian Games melihat indahnya kota Jakarta,” katanya.

Baca: Media Asing Soroti Bendera Bambu Asian Games dan Waring di Kali Item

Prasetyo juga mengusulkan agar Pemprov DKI melakukan penataan kawasan Tanah Abang. Sebab, diprediksi Tanah Abang akan banyak dikunjungi oleh para tamu dari negara peserta Asian Games.

Baca Juga:  BEM SI Curiga Ada Upaya Tutupi Aksi Mahasiswa Demo Jokowi

“Coba Tanah Abang diperbaiki. Itu tamu negara pasti datang ke sana. Tanah Abang itu sudah terkenal, terutama di kalangan Asia,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Kali Item dekat Wisma Atlet di Kemayoran sudah lama berwarna hitam. Menurutnya, itu akibat Kali Item dulu tidak diperhatikan.

“Yang jangan dilupakan adalah kali itu bukan hitam sejak tiga bulan lalu, kali itu sudah hitam sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memerhatikan ini, kita nggak punya warisan Kali Item. Ini karena dulu nggak diperhatikan, jadi kita punya warisan Kali Item. Sekarang diperhatikan,” kata Anies di Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

Sumber: detik.com