Daerah, DKI Jakarta

Kota Tua Gagal Jadi Warisan Dunia, DPRD: Bukan Karena Reklamasi Tapi Inkonsistensi

Museum Fatahillah
Kompleks Museum Fatahillah saat liburan Idul Fitri 1439 H di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (16/6/2018). Museum Fatahillah adalah salah satu objek wisata di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat yang menjadi tujuan terpopuler pengunjung diantara tempat wisata Kota Tua lainnya.(Kompas.com/Garry A Lotulung)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono membantah pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut kegagalan Kota Tua menjadi situs warisan budaya UNESCO karena adanya proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Sementara Gembong menilai, reklamasi tak berpengaruh secara langsung terhadap penilaian. Menurutnya, kawasan Kota Tua tak masuk daftar karena inkonsistensi program Pemprov DKI.

“Secara langsung tidak berpengaruh, kenapa saya katakan tidak berpengaruh secara langsung karena sebetulnya Pemprov sekarang inkonsistensi terhadap program,” kata Gembong, Jumat (6/7/2018) malam.

Baca: Kota Tua Gagal Jadi Warisan Dunia, Anies-Sandi: Dampak dari Reklamasi

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono. (Foto: istimewa)

Gembong mencontohkan inkonsistensi yang dimaksud, salah satunya, terkait Kampung Akuarium. Kebijakan Anies disebut Gembong berbeda dengan kebijakan pemerintahan DKI di era Basuki T Purnama (Ahok).

“Persoalan yang kita hadapi sekarang, kita ini tak pernah konsisten dengan program yang ada. Contoh paling sederhana, ketika pemerintahan sebelumnya yang namanya Kampung Akuarium sudah masuk heritage Kota Tua. Itu yang mau dibenahi satu kesatuan dengan Kota Tua, satu kesatuan dengan Pemprov di Jakarta. Tetapi ketika pak Anies masuk kan dikembalikan lagi,” ujar Gembong.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut dampak reklamasi di Teluk Jakarta mempengaruhi penilaian UNESCO. Akibatnya, Kota Tua dan beberapa pulau bersejarah di Kepulauan Seribu gagal masuk daftar situs warisan dunia UNESCO.

“Saya melihat reklamasi memang harus kami bereskan, betapa dampaknya ternyata besar bahkan di dalam penilaian mengenai Kota Tua pun berdampak. Jadi jangan anggap sepele perubahan wilayah di pesisir Jakarta,” kata Anies di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/7).

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Menurutnya, penyebab kegagalan tersebut karena adanya reklamasi Teluk Jakarta.

“Salah satunya itu, karena yang dimasukkan bukan hanya Kota Tua, tapi juga Kepulauan Seribu dan lain-lain. Kan rusak gara-gara reklamasi kemarin,” kata Sandiaga di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

“Jadi kalau kemarin ke Kepulauan Seribu banyak sedimentasi yang berubah di sana karena ya, kalau UNESCO kan nggak boleh berubah sama sekali. Waktu kemarin dimasukkan kan submission pertama ini kawasan luas sekali. Saking luasnya, perubahan pulau terbangun salah satunya juga. Kali Besar juga kemarin ternyata revitalisasinya nggak sesuai dengan budaya,” lanjutnya.

Baca juga: Kota Tua Gagal Jadi Warisan Dunia, DPRD: Pemprov DKI Tak Serius Menata

Loading...