Daerah, Jawa Timur

Gara-gara Seekor Bayi Unta, FPI Geruduk Kebun Binatang Surabaya

Anggota FPI datangi pengelola Kebun Binatang Surabaya
Anggota FPI datangi pengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Minggu (1/72018). (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – 10 Anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Minggu (1/7) kemarin. Kedatangan mereka untuk menyampaikan protes kepada pihak pengelola kebun binatang terkait pemberian nama seekor unta yang baru lahir pada 15 Mei lalu.

Unta tersebut diberi nama Aminah. Atas dasar itulah FPI menilai, pemberian nama tersebut melecehkan ibu Nabi Muhammad SAW, Siti Aminah.

Namun, setelah dilakukan klarifikasi, pihak KBS memastikan, pemberian nama Aminah itu tidak benar. Sebab berdasarkan dokumen penamaan unta tersebut, tertulis dengan nama Sarinah. Akan tetapi, saat melakukan rilis ke media beberapa waktu lalu Dirut PDTS KBS Chairul Anwar terjadi salah ucap.

Baca Juga:  Istana Bantah Harga BBM di Papua Cuma Turun Saat Jokowi Blusukan ke Papua

“Iya benar FPI ke sini. Ini hanya salah nyebut, nama untanya kan Sarinah, atau waktu dirilis teman-teman media tidak dengar,” kata Humas KBS, Winy kepada JawaPos.com, Senin, (2/7).

Anggota FPI datangi Kebun Binatang Surabaya

Anggota FPI datangi pengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Minggu (1/72018). (Foto: istimewa)

Setelah ada klarifikasi, pihak KBS maupun pihak FPI sama-sama legawa. Keuda pihak saling meminta maaf.

Baca Juga:  Ternyata Ada 4 yang Sudah Polisi Tangkap Terkait Video Hoaks Rusuh di MK

“Kita minta maaf, pihak FPI bisa menerima, terus, di-ending FPI juga minta maaf kalau kehadirannya merepotkan, membuat sakit hati,” ujarnya.

Wali Laskar FPI Kota Surabaya, Agus Fachruddin, pun menyampaikan hal senada. Dia mengatakan, selain saling memaafkan atas kejadian tersebut, pihak KBS juga telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Departemen Accounting PDTS KBS, Sutini.

“Awalnya kami keberatan dan kami protes. Tapi, sekarang sudah selesai, pihak KBS juga sudah buat surat pernyataan,” kata Fachruddin.

Foto: istimewa

Bayi unta punuk satu (Camelus dromedaries) tersebut lahir di Kebun Binatang Surabaya dari pasangan Milo, 14, dan pejantan bernama Okky, 25. Dia lahir melalui masa bunting selama 13 bulan. Anak unta berbulu putih itu menambah anggota keluarga unta di kebun binatang yang kini menjadi enam ekor.