Daerah, DKI Jakarta

Alasan Sandi Rajin ke Luar Negeri: Jakarta Sudah Mulai Dilupakan di Mancanegara

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Amerika Serikat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di New York, Amerika Serikat. (Foto: Twitter @sandiuno)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kunjungan ke luar negeri perlu dilakukan. Sebab, kata dia, Jakarta kini sudah mulai terlupakan.

Hal itu disampaikan Sandiaga menanggapi sejumlah kritik mengenai kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) yang dia lakukan baru-baru ini.

Selama delapan bulan menjabat, ada 3 negara yang telah Sandiaga kunjungi, yaitu Dubai, Jepang, dan Amerika Serikat. Dalam waktu dekat dia juga berencana akan berkunjung ke Moskow, Rusia. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku Jakarta telah mulai dilupakan.

“Ternyata (ketika) saya ke tempat-tempat ini, baik di Dubai maupun pas kemarin di Jepang, Jakarta has been missing,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/7).

Baca Juga:  Cucu Bung Hatta Protes Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga: Rasanya MauMuntah

Menurut Sandi, hal yang sama juga dirasakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sepulang dari Maroko dan Turki, Anies bercerita bahwa Indonesia yang merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dan Jakarta sebagai Ibu Kota terbesar keempat dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat, belum bisa “tampil” di kancah internasional.

“Tapi kita tuh tidak present gitu di luar negeri. Di luar negeri itu Jakarta itu tidak muncul gitu lho. Tidak menjadi buah bibir dari orang-orang,” tutur Sandi.

Hal ini, menurut Sandi, terjadi karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak mau tampil. Kunjungan kerja dan road show yang ia lakukan dinilai sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali Jakarta.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Klaim Penataan Tanah Abang Selamatkan 3.200 Lapangan Pekerjaan

“Sekarang dengan kita berkunjung, kita road show, kita tampil, mereka lihat wah ada dampaknya bagi Jakarta,” ucapnya.

Baca: Setelah AS, Sandiaga Akan Ajak Anggota DPRD Kunjungi Moskow

Sandiaga menambahkan, Pemprov DKI tidak boleh menutup diri. Kunjungan-kunjungan yang dia lakukan adalah sebagai upaya pendekatan dan mengajak para investor berbisnis ke Jakarta.

Sandiaga juga mengatakan perlunya mencari contoh dari negara-negara yang lebih maju. Seperti pengembangan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tua. Di negara maju seperti New York terdapat pusat UMKM yang diletakkan di pusat kota. Hal itu menyebabkan UMKM lebih tertata.

Baca Juga:  Becak Akan 'Dihidupkan' Kembali, Anies Janji Sediakan Rute Khusus

Namun, di Indonesia, para pedagang kaki lima disalahkan karena berdagang tidak pada tempatnya. Menurut Sandiaga, hal itu merupakan kesalahan dari Pemprov yang tidak melakukan penataan dengan baik.

“Kuncinya adalah penataan. Jadi saya bilang salahnya PKL atau kotanya? Ya salah Ibu Kotanya tidak menata. Tapi konsep-konsep seperti itu tidak bisa dijelaskan dalam satu kunjungan, misalnya ke Delhi. Bisa belajar tapi belajar yang lain,” ucapnya.