Daerah, Jawa Tengah

Aksi #2019GantiPresiden di Depan Markobar, Mardani: Tidak Ada Kesengajaan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: dok.PKS)

Jurnalindonesia.co.id – Aksi turun ke jalan yang digelar massa simpatisan #2019GantiPresiden digelar di depan restoran martabak Markobar di Kota Barat, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (1/7).

Namun, Mardani Ali Sera selaku deklarator gerakan #2019GantiPresiden membantah bahwa aksi itu sengaja dilakukan di depan Markobar yang merupakan tempat bisnis milik anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming. Mardani juga memastikan massa aksi #2019GantiPresiden tidak akan mengganggu siapa pun termasuk anak dari Presiden.

“Enggak ada demo. Itu kumpul di Solo kemarin dan lokasinya dekat dengan tokonya (Markobar). Aman, #2019GantiPresiden tidak akan ganggu siapa pun,” kata Mardani kepada kumparan.com, Selasa (2/7).

Baca Juga:  Gerakan #2019GantiPresiden, PKS Belajar dari Kesuksesan Mohamad Salah

Dia menegaskan, tidak benar jika ada kabar yang menyebut aksi massa itu sengaja digelar di depan tempat bisnis anak Presiden.

“Tidak benar. Mereka malah enggak tahu itu martabak anaknya Presiden,” ujar Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Baca juga: Tanggapan Santai Gibran Soal Aksi Ganti Presiden yang Digelar di Depan Gerai Markobar

Peserta jalan sehat dengan mengenakan kaus #2019GantiPresiden berkumpul di depan gerai kuliner Markobar di Solo, Jawa Tengah, Minggu (1/7/2018). (Foto: Dok. DSKS)

Hal senada juga diungkapkan Divisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta, Endro Sudarsono. Dia menegaskan, tidak ada kesengajaan massa berkumpul di tempat itu.

Baca Juga:  Soal Wagub DKI, Anies: Saya Profesional, Bisa Bekerja dengan Siapapun

“Dari dulu kalau kami aksi titik kumpulnya selalu di situ. Jadi, tidak tahu kalau di situ ada gerai Markobar,” katanya.

Dalam aksi massa itu sejumlah tokoh ikut hadir, antara lain artis Neno Warisman, Ketua Dewan Syariah Solo, KH Muin Dinillah, Ketua Laskar Umat Islam Solo Ustaz Edy Lukito. Mereka secara bergantian naik ke atas panggung dan menyerukan pentingnya mengganti presiden di 2019.