Nasional

Deretan Tweet ‘Panas’ Fahri Hamzah yang Menyengat Pendukung Ahok di Ultah ke-52

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Jurnalindonesia.co.id – Lini masa Twitter pada 29 Juni 2018 kemarin diramaikan oleh ucapan selamat ulang tahun untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pada hari itu, mantan gubernur DKI Jakarta yang sekarang tengah mendekam di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob itu berulang tahun yang ke-52.

Banyak netizen yang memposting ucapan selamat berikut dengan foto dan video. Salah satu foto yang menarik perhatian adalah foto kue ulang tahun megah lengkap dengan miniatur semua hasil kerja Ahok untuk Jakarta. Ada miniatur Simpang Susun Semanggi, Balai Kota, RPTRA Kalijodo, Rumah Susun, lengkap dengan figur Ahok yang berdiri tegap mengenakan batik.

Berawal dari akun Twitter s w u l l | 🍵 TukangBubur (@swulll) yang mempertanyakan kue ulang tahun tersebut hingga kemudian Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melontarkan sejumlah kritik tajam dan pernyataan yang membuat panas para pendukung Ahok.

Ahok tambah hancur

“Ini yang ultah tuh Napi bukan sih? Kenapa perlakuan beda?” tanya akun @swulll dengan melampirkan foto kue ulang tahun untuk Ahok. Tagar #2019GantiPresiden pun @swulll bubuhkan di cuitan tersebut.

Cuitan @swulll itu kemudian ditanggapi Fahri Hamzah.

“Kalau aku Kasian Ahok ya…Tujuan pemasyarakatan tak tercapai….tambah hancur dia,” cuit Fahri di akun @Fahrihamzah.

Lalu akun @Adek_Sanusi menanggapi pernyataan Fahri tersebut dengan memuji Ahok sebagai sosok hebat yang tak perlu dikasihani.

“Ahok gak perlu dikasiani antum…dia orang hebat…lebih baik kelahi daripada sekongkol…orang-orang munafik musuhnya Ahok..#HBDAhok52TetapBertjahaja”

Cuitan @Adek_Sanusi itu pun ditanggapi kembali oleh Fahri:

“Kalau hebat jangan di mako Brimob…ke Nusa Kambangan Cipinang…jangan tidur di kamar pejabat tapi jeruji besi…kalau hebat terima kenyataan jangan sembunyi…kita sama depan hukum dan pemerintahan…jangan ada diskriminasi…”

Baca juga: Geramnya Arswendo Atmowiloto Baca Cuitan Fahri Hamzah Soal Ahok

Selain itu, Fahri mengomentari soal kue ulang tahun untuk Ahok. Foto kue tersebut pertama kali diunggah oleh Ign Titoes Permissanto di akun Facebooknya, dan kue ini langsung menjadi viral di sejumlah platform media sosial, termasuk Twitter.

Kue ulang tahun untuk Ahok

Kue ulang tahun untuk Ahok. (Foto: istimewa)

Dengan melampirkan laman pemberitaan mengenai kue ulang tahun tersebut, mantan politikus PKS itu menilai sikap puja-puji dan mengelu-elukan Ahok sebagai sebuah drama. Selain itu, Fahri juga mengkritik langkah kepolisian yang sampai saat ini masih menempatkan Ahok di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Hal itu, oleh Fahri, dianggap sebagai pengistimewaan terhadap sosok yang saat ini menjadi narapidana kasus penistaan agama tersebut.

“Drama Ahok segeralah dihentikan…yang bersangkutan harus diperlakukan sama di depan hukum…Sukamiskin, Cipinang atau Nusa Kambangan….Mako Brimob bukan LP,” cuit Fahri di akun Twitter-nya, @Fahrihamzah.

Kemudian cuitan itu ditanggapi salah netizen bernama Fathoni Ahmad. Dia membandingkan antara sosok Ahok dengan Fahri.

“Beda kelas anda dengan pak ahok, tolong dibiasakan,” kata Fathoni di akun Twitter @afathoni16.

Dan Fahri pun menanggapinya kembali dengan menuliskan, “Iyalah, Saya merdeka dia dipenjara…”

Selanjutnya, seorang netizen bernama Agus Junaidi, melalui akun @AgusJun88393245, mempertanyakan prestasi apa yang telah dicapai Fahri Hamzah, dan membandingkannya dengan Ahok.

“Apa perbandingan prestasi yang @basuki_btp dan @Fahrihamzah Untuk negara, yang sama sama digaji oleh negara?”

“Dia menista agama, ditinggal isteri, dan ditunggu kasus korupsi….(sudah dilaporkan)…” jawab Fahri.

Jawab Fahri tersebut ditanggapi netizen bernama Christ Sanjaya. Melalui akun Twitter @mrxnovriant97, Christ menilai Fahri telah kehilangan akal karena dipenuhi dengan kebencian dan amarah.

“You see? Orang-orang yang dipenuhi benci dan amarah akan kehilangan akal. Pertanyaannya tentang perbandingan prestasi. Lah si bapak malah jawabnya begini. Apa itu prestasi?”

Namun Fahri menanggapi cuitan tersebut dengan lebih pedas lagi:

“Ya saya jawab. Prestasinya:

1. Masuk penjara..

2. Ditinggal isteri..

3. Ditunggu kasus korupsi…

Mau lagi?

4. Dilupakan jokowi”

Baca juga: Ulang Tahun ke-52, Ahok Persembahkan Lagu Elvis Presley untuk Para Pendukung

Fahri pun kemudian menuliskan cuitan panjang dengan menjelaskan konsep pemasyarakatan menurut UU.

“Ijinkan saya menutup perdebatan pribadi Ahok dengan menjelaskan konsep pemasyarakatan menurut UU. Sebab pemasyarakatan itu bukan penjara juga bukan Tahanan. Pemasyarakatan menurut UU itu lebih luas. Ia dimaksudkan untuk “mengembalikan ke masyarakat”.”

“Maka, setiap orang yang divonis bersalah oleh pengadilan, lalu dinyatakan incrach maka ia memulai tahapan “pemasyarakatan” melalui LP. Rezim penanganan-nya beri Dah dari judikatif ke eksekutif. Negara memiki sistem khusus untuk ini.”

“Maka, dalam LP itu orang mengalami serangkaian kegiatan yang membuatnya dapat kembali ke masyarakat secara baik. Bangun bersama, olahraga bersama, bergaul, beribadat, memahami agama dan masyarakat, memahami kesalahan dan kekeliruan sehingga keluar dengan kesadaran baru.”

“Itulah yang saya khawatir tidak dialami oleh Ahok. Sehingga niat negara untuk membuatnya “bermasyarakat”. Malah ada kesan menolak “hukum penistaan” dan menganggap swmua yang terjadi padanya adalah kesalahan. Akibatnya? Dia diistimewakan.”

“Jadilah Ahok seperti sebuah penyesalan. Dia dihukum secara tanggung, dan dimasyarakatkan secara tanggung. Hasilnya lihat aja nanti. Semuanya akan tanggung. Dia akan keluar dengan mentalitas yang lebih ekstrem. Inilah yang saya khawatirkan.”

“Maka, jika kita tidak mau salah. Maka kirim lah Ahok sekarang ke LP. Biarkan ia mengalami masa2 penting untuk kembali menjadi manusia merdeka dan bermasyarakat. Itu saja.”

Loading...