Pendidikan, Politik

Viral Cerita Seorang Guru SDIT di Bekasi Dipecat Hanya Karena Pilih Ridwan Kamil

Pasangan calon dan nomor urut peserta Pilgub Jabar 2018. (Foto: Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Maza Bekasi, diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak yayasan.

Pemecatan tersebut dilakukan hanya karena beda pilihan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Informasi itu diungkap oleh seorang warganet bernama Andriyanto Putra Valora yang mengaku sebagai suami dari guru tersebut.

Melalui media sosial, Andriyanto mengunggah screenshot percakapan antara guru tersebut dengan pihak yayasan.

Dalam unggahannya tersebut, Andriyanto menuliskan keterangan yang menyebut jika istrinya tidak mau mengikuti arahan pihak yayasan untuk memilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu pada Pilgub Jawa Barat, dan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady pada pemilihan wali kota (Piwalkot) Bekasi.

Andriyanto menyebut, istrinya lebih memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk Pilgub Jawa Barat. Sementara pada Piwalkot Bekasi dia menjatuhkan pilihan pada pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono.

Alhasil, guru tersebut diberhentikan oleh pihak yayasan.

Berikut penuturan lengkap Andriyanto:

SEORANG GURU SDIT DARUL MAZA BEKASI DIBERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT HANYA LEWAT WA GROUP KARENA MEMILIH PASANGAN RIDWAN KAMIL DAN UU UNTUK JABAR 1

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

Pilkada Gubernur Jabar dan Walikota Bekasi telah usai.

Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Uu, sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar. Dan kami juga ucapkan selamat kepada Bang Pepen dan Mas Tri sebagai pemenang di pilkada Kota Bekasi.

Pilkada hari kemarin, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulillah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen+Tri. Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT DARUL MAZA Bekasi hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza.

Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA, miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab.

Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang-orang zalim.

Wassalamu’alaikum

Baca juga: Fahri Hamzah Ungkap Kesalahan Strategi PKS di Pilgub Jabar

Dalam waktu singkat, postingan itu viral. Hanya 8 jam sejak Andriyanto mempostingnya, sudah 3.600 lebih dibagikan dan 1.600 komentar netizen membanjirinya. Sebagian besar dari netizen mengungkapkan kesedihan atas kejadian yang menimpa istri Andiyanto itu. Dan tak sedikit pula netizen yang mengecam sikap pihak yayasan.

Sebagai informasi, pasangan calon Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar telah diusung oleh PKS-Gerindra dan PAN. Sedangkan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady hanya disung PKS-Gerindra.

Sementara Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum diusung oleh Partai Nasdem-PPP dan PKB. Sementara Rahmat Effendi-Tri Adhianto diusung oleh koalisi gemuk di Pilkada Kota Bekasi yaitu, Golkar, PAN, Demokrat, Hanura, PKB, dan PPP.

Baca juga: Pilgub Jabar 2018, Gerindra Klaim Sudrajat-Syaikhu Menang!