Kriminal

Habiburokhman Polisikan Balik Pihak yang Melaporkan Dirinya soal ‘Mudik Neraka’

Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman
Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/4/2018). (Foto: Tribunnews.com/Fitri Wulandari)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, dilaporkan oleh seorang mahasiswa bernama Danick Danoko ke Polda Metro Jaya pada Rabu (20/6/2018). Pelaporan ini terkait pernyataan Habiburokhman soal ‘mudik tahun ini seperti neraka‘.

Danick menilai Habiburokhman telah menyebarkan kebohongan lewat pernyataan tersebut.

Habiburokhman pun menanggapi pelaporan tersebut dengan melaporkan balik Danick ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu melaporkan Danick dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya datang melaporkan orang yang semalam melaporkan saya ke PMJ (Polda Metro Jaya) bahwa saya membuat pernyataan yang tidak sesuai fakta. Pencemaran nama baik ya,” kata Habiburokhman di Kantor Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2018).

Dalam pelaporan tersebut, Habiburokhman menyertakan bukti di antaranya, print out berita dari enam media online terkait kemacetan di Pelabuhan Merak beserta tautan berita tersebut.

“Bukti, yang jelas tadi (menyerahkan) enam print out dari enam media yang berbeda. Lalu kita simpan juga dalam bentuk flashdisk, dan ada link yang kita serahkan,” sebutnya.

Tak hanya itu, kepada awak media, Habiburokhman menunjukkan rekaman suara dari, Wartono, supir yang membawa kendaraannya saat itu.

“Lalu ini tadi supir saya yang ke Merak yang bawa mobilnya. Hari ini sedang tidak bertugas. Nah saya sempat rekam pernyataan dia,” ujar Habiburokhman.

Baca: Habiburokhman Bilang Mudik Seperti Neraka, Menhub dan Kepala BPTD Justru Ungkap Fakta Sebaliknya

Sebelumnya, Danick menilai pernyataan Habiburokhman soal kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten, pada 13 Juni 2018 tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Danick mengaku pada tanggal yang sama berada di Merak dan tidak menemukan kemacetan seperti yang digambarkan Habiburokhman.

“Saya H-2 itu melakukan perjalanan dari rumah ke Merak, Banten, untuk mengantar rekan, nganterin teman saya. Dalam perjalanan itu tidak menemukan ada kemacetan seperti yang dibilang oleh Pak Habiburokhman ini. Tapi saya nggak ke Lampung, saya balik lagi ke Jakarta. Saya cuma nganter doang sampai pelabuhan, terus saya pulang lagi ke Jakarta,” ucap Danick.