Kriminal

Kasus Rizieq Di-SP3, Polri Dianggap ‘Memainkan’ Hukum

Pimpnan FPI Muhammad Rizieq Shihab
Pimpinan tertinggi FPI sekaligus Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Muhammad Rizieq Shihab. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat porno yang menjerat pimpinan FPI Rizieq Shihab dinilai bisa berdampak negatif pada kredibilitas kepolisian.

Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto, menyatakan persoalan kredibilitas itu terkait dengan lamanya penanganan kasus tersebut.

“Bila melihat fenomena kasus Rizieq, penanganan kasus yang berkepanjangan dan ujung-ujungnya adalah SP3, ini akan memunculkan preseden negatif bagi penegakan hukum yang dilakukan Polri,” kata Bambang lewat pernyataan tertulis, Sabtu (16/6).

Baca: Polisi Akui Terbitkan SP3 Kasus Chat Porno Rizieq Shihab, Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca Juga:  Rizieq Shihab Keluarkan 10 Perintah soal Toleransi dan Batasannya

Selain itu, penerbitan SP3 kasus tersebut juga bisa memunculkan anggapan bahwa polisi memainkan hukum, dan ada kesan Polri terpengaruh tekanan politik maupun sosial.

“Polisi bisa dianggap ‘memain-mainkan’ hukum,” kata dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluaran SP3 kasus dugaan chat porno yang melibatkan Rizieq Shihab.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluaran SP3 kasus tersebut.

Pertimbangannya, menurut Iqbal, karena polisi sampai saat ini belum berhasil menemukan sosok yang mengunduh konten chat tersebut ke internet.

Baca Juga:  Desak Penahanan Ahok, GNPF MUI Gelar Aksi Damai III pada 2 Desember 2016

Meski demikian, kata Iqbal, kasus itu bisa kembali dibuka jika penyidik menemukan bukti baru di waktu mendatang.

Baca: SP3 Terbit, Yusril Minta Penyebar Konten Mesum Rizieq Shihab Dipidana

Penerbitan SP3 kasus chat mesum Rizieq ini mendapat apresiasi sejumlah pihak. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengaku bersyukur dengan dihentikannya kasus tersebut.

Senada dengan Zainut, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid pun mengaku senang dengan adanya kabar ini.

Baca Juga:  FPI Berkeras Kasus Rizieq di Saudi Bukan Karena Bendera

Diketahui, polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka dalam kasus chat mesum pada Mei 2017 silam. Namun, Rizieq kemudian pergi ke Mekkah dan hingga kini belum kembali ke Indonesia.

Baca: MUI: Kami Bersyukur Kasus Habib Rizieq Dihentikan