Kriminal

MUI: Kami Bersyukur Kasus Habib Rizieq Dihentikan

Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.
Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi angkat bicara terkait kabar dihentikannya kasus chat porno yang menjerat pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

Zainut mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian.

Zainut pun mengimbau semua pihak untuk mengapresiasi keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian itu. Baginya, penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus itu telah memberikan keadilan bagi masyarakatnya.

“Pastinya kami dari MUI memberikan rasa syukur, bahwa kasus Habib Rizieq dinyatakan selesai dengan adanya SP3. Tentu pihak kepolisian harus kita apresiasi,” kata Zainut usai menghadiri acara halal bihalal di kediaman ketua DPD Oesman Sapta Odang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Soal potensi adanya pro dan kontra yang mungkin timbul dengan adanya SP3 tersebut, Zainut meminta agar semua pihak menaati proses hukum dan keputusan tersebut.

Diketahui, pada perayaan Idulfitri kemarin, Rizieq Shihab melalui sebuah video yang beredar di media sosial mengaku telah menerima lembaran asli SP3 kasus chat mesum yang menjadikannya tersangka.

Baca: SP3 Terbit, Yusril Minta Penyebar Konten Mesum Rizieq Shihab Dipidana

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi.

Meski demikian, sampai saat ini pihak kepolisian belum mengonfirmasi pernyataan Rizieq tersebut.

Sementara itu, Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar, berharap pemberian SP3 itu tak didasari alasan politik.

“Catatan saya cuma satu, semua keputusan harus diambil berdasarkan hukum, bukan yang lain, apalagi kalau politik,” ujar Dahnil kepada CNN Indonesia.

Dahnil setuju saja jika kasus itu dihentikan. Namun ia meminta agar keputusan itu diambil berdasar argumentasi hukum.

Penerbitan SP3 untuk Rizieq ini, kata Dahnil, bukan sesuatu yang istimewa. Menurutnya, ada yang salah dalam kasus ini sehingga surat itu harus terbit.

“Berarti kan selama ini ada kekeliruan di polisi,” ujarnya.