Daerah, DKI Jakarta

Apes, Penyebar Video yang Tuding Satpol PP Minta THR Ditangkap dan Dipolisikan

pedagang diminta THR oleh Satpol PP
Screenshot video

Jurnalindonesia.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan menangkap dua orang terkait video tudingan adanya permintaan THR terhadap para pedagang kaki lima (PKL). Mereka adalah Tias dan Muhammad Nur Shoim.

Tias adalah pihak yang menyebarkan video, sedangkan Shoim adalah pria yang ada dalam video tersebut yang mengatakan bahwa ada oknum Satpol PP yang meminta THR ke para PKL.

Keduanya diamankan di Taman Ayodya, Jakarta Selatan pada Jumat (8/6) malam. Keduanya dibawa oleh para pedagang setempat ke kantor sekretariat RW 7, Kramat Pela setelah video keduanya viral.

“Jadi yang bersangkutan sudah ketemu (pelaku penyebar video),” kata Kasatpol PP Jaksel, Ujang Hermawan, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2018).

Baca Juga:  Keberatan THR PNS Pakai APBD, Risma: Uangnya dari Mana?

Baca: Viral Video Pengakuan Pedagang di Jaksel Dimintai THR oleh Satpol PP

“Yang mengunggah itu Tias, akunnya Tias, yang di dalam video itu Muhammad Nur Shoim. Tias ini pedagang sosis bakar,” katanya.

Muhammad Nur Shoim (baju hitam) dan Tias (perempuan), pelaku yang ditangkap terkait video soal Satpol PP yang minta THR. (Foto: dok. Istimewa)

Satpol PP telah menginterogasi keduanya. Berdasarkan pengakuan keduanya, video itu dibuat setelah Tias menerima selebaran permintaan THR dari Satpol PP. Tias mengaku mendapatkan selebaran tersebut dari koordinator pedagang di Taman Ayodya.

“Dan koordinator pedagang (di Taman Ayudya) mengakui Satpol PP tidak minta. Jadi ini dia tidak tahu masalah main ucap saja. Terus yang mengunggah itu juga tidak cross-check dulu apakah benar Pol PP yang minta,” ucapnya.

Baca Juga:  Soal Kepala MRT Disebut Mirip Jangkrik, Ini Tanggapan Ahok

Ujang menilai video tersebut berisi fitnah dan pencemaran nama baik. Atas dasar itulah dia memutuskan untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

“Kita akan tetap laporkan ke polisi (Polres Jaksel) tentang fitnah dan penyalahgunaan IT,” kata Ujang.

Laporan resmi Satpol PP tertuang dalam bukti laporan bernomor LP/1068/K/2017/PMJ/RESTRO JAKSEL dengan tuduhan penghinaan atau fitnah melalui media elektronik.

“Jadi motifnya yang bersangkutan tidak tahu kalau yang minta THR itu (sebenarnya) bukan anggota kita. Jadi dia dari video itu mengakui salah,” katanya.

Baca Juga:  Kembali Terjadi Penipuan Umrah, 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Jadi Korban

Satpol PP telah menginterogasi keduanya. Mereka mengaku salah dan asal menuding Satpol PP Jaksel.

“Kita konfirmasi ke dia kenapa kok bisa memviralkan. Kita nggak minta (THR), kok bisa memviralkan (video)?” sambungnya.

Sebelumnya, beredar viral video seorang pria yang mengatakan bahwa ada permintaan THR dari oknum Satpol PP di Jakarta Selatan. Dalam video itu, pria tersebut memperlihatkan secarik kertas berisi daftar nama.