Kriminal

MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung di Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi

Alfian Tanjung. (Foto: Kristian Erdianto/Kompas)

Jurnalindonesia.co.id – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Alfian Tanjung dan jaksa sehingga tetap menghukum Alfian Tanjung selama 2 tahun penjara. Ia terbukti memfitnah Jokowi-Ahok antek PKI.

“Menolak permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Drs Alfian Tanjung MPd alias Alfian alias Alfian Tanjung,” demikian dilansir website MA, Jumat (8/6/2018).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Margono dan Eddy Army. Perkara nomor 1167 K/PID.SUS/2018 masuk klasifikasi kasus Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca Juga:  Sebut Teroris Hanya Fiksi dan Pengalihan Isu, Polisi Ringkus Satpam Bank

Juru bicara MA, Suhadi, membenarkan adanya putusan tersebut. “Keputusan Mahkamah Agung ini memperkuat putusan sebelumnya,” kata Suhadi kepada Kumparan, Jumat (8/6).

Kasus ini bermula saat Ustad Alfian Tanjung cemah di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya, tersebar melalui media sosial Youtube. Kemudian, pada 26 Februari 2017, Sujatmiko, warga Surabaya, melaporkan isi ceramah Ustadz Alfian di youtube itu, dinilai mengandung ujaran kebencian.

Dalam video itu, ia menyebut di antaranya: Jokowi adalah PKI, Cina PKI, Ahok harus dipenggal kepalanya dan Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI.

Baca Juga:  Ustaz Zulkifli Mengaku Ceramahnya Berdasar Hadis Nabi

Kasus pun bergulir ke pengadilan. Hingga akhirnya, pada Rabu 13 Desember 2017, Majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Dedy Fardiman menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun terhadap Alfian Tanjung.

Tak terima dihukum 2 tahun, Alfian mengajukan banding. Namun, di tingkat banding, Alfian tetap dihukum 2 tahun.

Tak menyerah, mantan dosen Uhamka itu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hakim Agung, Andi Samsan Nganro menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya, sehingga Alfian tetap divonis 2 tahun penjara.

Baca Juga:  Logo di Paspor pun 'Digoreng' Dikaitkan dengan Komunisme

Dalam amar putusan di PN Surabaya, Alfian Tanjung dinyatakan bersalah melanggar pasal 16 jo pasal 4 huruf b butir 2 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.