Ekonomi dan Bisnis

Puji Pemerintah, DPR: Pertama Kali Dalam Sejarah Indonesia Masuk Kelompok Negara One Trillion Dollar Club

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi pemerintah atas capaian nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sudah mencapai USD 1 triliun.

Meningkatnya perekonomian nasional tak lepas dari keberhasilan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) menciptakan kelas menengah baru yang dinamis dan kreatif, serta bisa beradaptasi dengan revolusi digital yang berkembang dengan sangat pesat.

“BPS mencatat PDB kita di tahun 2017 mencapai Rp 13.588,8 triliun, setara USD 1.03 triliun. Pertama kali dalam sejarah Indonesia, masuk kelompok negara one trilion dollar club, bersama USA, UK, Jepang, Jerman, China, Perancis, Italia, Spanyol, Canada, Brazil dan Rusia. Ini merupakan capaian yang membanggakan bagi pemerintahan Jokowi–JK,” kata Bambang saat menghadiri buka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama Presiden Jokowi di Jakarta, Senin (4/6/18).

Baca juga: Jokowi, Aqil Siroj dan Habib Luthfi Masuk 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Dunia

Baca Juga:  Ratusan Ribu Buruh akan Gabung di Aksi 2 Desember

Ia mengingatkan perekonomian Indonesia di tahun mendatang masih akan menghadapi tantangan yang berat. Setidaknya, terlihat dari pasar keuangan yang terkena imbas dari kenaikan suku bunga acuan The Fed dan adanya risiko politik dari Laut China Selatan serta konflik di Timur Tengah.

“Saya pribadi sangat yakin, dengan kekompakan DPR RI dan Presiden Jokowi serta didorong juga oleh KADIN, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4% hingga 5,8% rasanya dapat tercapai,” ujar politikus Partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu.

“Saat ini saja, walau rupiah sempat menghadapi amukan dolar, namun inflasi di bulan Mei 2018 hanya berada di kisaran 0,21 persen. Jauh lebih rendah dari inflasi satu bulan sebelum lebaran di tahun sebelumnya yang berada di angka 0,5 persen,” lanjutnya.

Secara khusus, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga mengingatkan KADIN agar terus memberikan dukungan terhadap pembangunan nasional yang sedang digalakan pemerintah. Khusunya, melalui program corporate social responsibility (CSR) yang benar dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Rekaman Ustaz Yusuf Mansur Dukung Jokowi Bocor, Ada yang Ngambek Tinggalkan PayTren

“Jadikanlah CSR bukan sekadar kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan. Namun, juga sebagai alat pemberdayaan masyarakat sehingga mampu memberantas kemiskinan,” katanya.

Baca juga: Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik 2018

Bambang menegaskan, sinergitas antara pemerintah dengan swasta sangatlah penting. Sebagai perusahaan yang memperoleh keuntungan dari kegiatan operasinya, kalangan swasta perlu membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat. Khususnya, yang berada di lingkungan sekitar kegiatan operasional perusahaan.

“Saya minta para pengusaha jangan ragu menjalankan program CSR. Apalagi saat ini kita tengah berada di bulan suci Ramadhan, bulan penuh kebajikan dan hikmah. Dengan mengeluarkan dana untuk kegiatan CSR, tidak akan membuat perusahaan menjadi rugi, tetapi justru akan meningkatkan pendapatan sekaligus membuat keberadaan sebuah perusahaan dapat diterima masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Tanggapan Sri Mulyani Terkait Tantangan Debat Rizal Ramli Soal Utang

Pada acara tersebut Bambang juga memberikan hadiah uang sebesar Rp 50 juta kepada tukang sampah asal Yogyakarta, Zubaidi. Zubaidi menjadi tamu istimewa di acara KADIN tersebut karena kejujurannya.

“Kejujuran Zubaidi sangat menginspirasi dan patut dicontoh oleh kita semua. Selama bekerja sebagai tukang sampah, ia telah lima kali menemukan uang di tempat sampah. Dan, semuanya ia kembalikan. Terakhir, ia menemuan uang sebesar Rp 20.190.000 dan uang itu ia serahkan ke Polsek karena tidak mengetahui siapa yang memiliki,” pungkasnya.

TRIBUNNEWS