Daerah, DKI Jakarta

Tak Cuma di Cilandak, Surat Penarikan Zakat Target Rp 1 Juta Juga Beredar di Joglo Jakbar

Surat edaran berupa target pengumpulan zakat dari kelurahan ke RT/RW yang beredar di Joglo, Jakarta Barat. (Foto: dok. Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Surat edaran berkop Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, yang isinya imbauan agar para Ketua RT mengumpulkan Dana Bazis Map Gerakan Ramadan minimal Rp 1 juta viral di media sosial.

Ternyata tak hanya di Cilandak Barat, surat edaran serupa juga beredar di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Surat berkop Kelurahan Joglo tersebut bertanggal 25 Mei 2018 dan ditujukan untuk ketua RW dan ketua RT. Isinya hampir sama dengan surat dari Kelurahan Cilandak Barat.

Baca: Lurah Cilandak Barat Minta RT Kumpulkan Zakat Warga Minimal Rp 1 Juta

Surat bernomor 209/-1.856.1 tersebut ditandatangani Lurah Joglo Walman Debataraja, bersifat segera, prihal Imbauan Gerakan Amal Sosial Ramadhan / Map GAR Tahun 1439H / 2018 M. Surat tertanggal 25 Mei 2018 dan ditujukan kepada Ketua RT/RW di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat.

Berikut isi surat tersebut:

Menindaklanjuti imbauan Gubernur DKI Jakarta Nomor 4 tahun 2018 tentang Gerakan Amal Sosial Ramadhan / Map GAR Tahun 1439 H / 2018 M dan dalam rangka meningkatkan kesadaran umat/masyarakat untuk menunaikan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (umat muslim) / Amal Sosial Kemanusiaan (umat non muslim), dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut.

1. Agar Para Ketua RW mendistribusikan Map GAR kepada warganya melalui para Ketua RT di lingkungannya masing-masing.

2. Agar Para Ketua RT mensosialisasikan dan mengedarkan Map aslinya dan tidak dicocat-coret.

3. Bagi masyarakat yang beragama Islam/Muslim dapat menyalurkan Zakat, Infaq, dan Shodaqohnya melalui Gerakan Amal Sosial Ramadhan dan bagi Non Muslim dapat memberikan sumbangan sosialnya.

4. Sesuai Imbauan Gubernur DKI Jakarta, potensi Map GAR (Gerakan Amal Sosial Ramadhan) Tahun 2018 diharapkan dapat terisi minimal Rp. 1000.000,- (satu juta rupiah) Map GAR dengan tidak ada unsur paksaan dan berdasarkan keikhlasan.

5. Jika dokumen Map GAR hilang, harus ada pernyataan dari Ketua RT yang bersangkutan dengan kompensasi membayar penggantian sebesar Rp. 1000.000,- (satu juta rupiah) per dokumen.

6. Adapun hasil pengumpulan Map GAR tersebut disetorkan kepada Petugas Operasional BAZIS Kelurahan Joglo paling lambat 13 Juli 2018 untuk selanjutnya disetorkan ke BAZIS Provinsi DKI Jakarta.

Surat edaran berupa target pengumpulan zakat dari kelurahan ke RT/RW yang beredar di Joglo, Jakarta Barat. (Foto: dok. Istimewa)

Kata Lurah Joglo

Dimintai konfirmasi, Lurah Joglo, Walmand mengaku pihaknya menyebarkan surat edaran tersebut. Namun, kata dia, tidak ada kewajiban bagi RT/RW untuk menyerahkan Rp 1 juta. Pengumpulan zakat dengan target minimal Rp 1 juta hanyalah sebatas imbauan. Tidak ada paksaan kepada pengurus RT/RW untuk memenuhi target tersebut.

“Jadi kebetulan kita kan ada seruan Pak Gubernur, kemudian kan dijabarkan sama Bapak Walikota, jadi pada intinya sebenarnya, memang di surat kami mengacu pada imbauan dari Pak Wali Kota juga dengan dasar suratnya, kita namanya menghimpun (dana sedekah), tetap mengimbau. Pemerintah tidak memaksa,” kata Walmand kepada detikcom, Minggu (3/5/2018).

“Tidak pernah (memaksa) misalnya di suratnya Rp 1 juta, terus harus Rp 1 juta (diserahkan), tidak begitu. Ya kita imbau (warga/masyarakat),” ujarnya.

Walman pun menegaskan, target dana Rp 1 juta tersebut bukan dari uang pribadi pengurus RT. RT/RW hanya diminta mengedarkan dan menghimpun sumbangan tersebut kepada warganya.

“Karena RT ini mitra kita, kepanjangan kaki tangan dari Pak Camat dan Pak Lurah, jadi kita edarkan map-map tersebut ke masing-masing RT. Kemudian RT kita mohon dibantu untuk diedarkan kepada warga masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

“Sebenarnya kalau kita hitung, di Joglo aja kan itu rata-rata masing KK itu kan ada yang sampai 75 KK per RT, malah lebih dari 150. Jadi sebenarnya tidak terlalu memberatkan, tetapi ya intinya kita tidak pernah memaksa,” lanjutnya.

Kelurahan Joglo kembali menegaskan bahwa target Rp 1 juta yang tertera di surat edaran tersebut hanya bersifat imbauan. Namun tidak masalah jika pengurus RT/RW hanya mampu mengumpulkan dana di bawah Rp 1 juta.

“Kalaupun nanti disetorkan ke Kasi Kesra misalnya ada yang Rp 200.000, atau Rp 300.000 ya tidak ada masalah. Cuma memang kita imbau, gimana juga untuk pimpinan kan ini namanya menghimbau juga gimana caranya untuk tercapai target sesuai dengan yang diharapkan. Kami di bawah hanya menjabarkan saja,” ucapnya.

Baca juga: Ormas Minta THR ke Pengusaha, Anies: yang Penting Tidak Melanggar Hukum