Daerah, DKI Jakarta

Lokasi Perusahaan Pemenang Tender Pohon Plastik di DKI Ternyata Rumah Kosong?

Pohon plastik di trotoar DKI. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Keberadaan perusahaan pemenang tender pengadaan tanaman dan bahan dekorasi Pemprov DKI Jakarta, PT Cahaya Perisai Afiyah milik Surachman, masih menjadi misteri.

Sebagaimana dilaporkan Liputan6 SCTV, Sabtu (2/6/2018), situasi di Jalan Patriot nomor 27 di RT 01 RW 01 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat yang menjadi alamat PT Cahaya Perisai Afiyah tampak sepi.

Rumah Nomor 27 tersebut adalah kantor PT Cahaya Perisai Afiyah yang merupakan perusahaan yang tercatat sebagai pemenang tender senilai Rp 8,1 milyar, yang menangani pemasangan pohon plastik di DKI Jakarta.

Namun menurut ketua RT Subandi, tidak ada perusahaan dengan nama PT Cahaya Perisai Afiyah di wilayah itu. Rumah nomor 27 tersebut pun kosong dan sudah tidak terpakai.

Baca Juga:  PKL Tanah Abang Demo dan Gelar Dagangan di Depan Kantor Ombudsman

Subandi mengatakan, bangunan nomor 27 tersebut bukan milik Surachman, melainkan milik Sipayung.

“Saya enggak ngerti juga kenapa kok bisa Surachman,” kata Subandi, Jumat (1/6/2018) kepada Tribunnews.com.

“Saya enggak tahu warga sini ada yang namanya Surachman,” lanjutnya.

Baca juga: Ini Perbandingan Harga Pohon Imitasi yang Dibeli DKI dengan di Toko Online

Kantor Pohon Imitasi

Bangunan terbengkalai di jalan patriot dalam no 27 yang disebut-sebut sebagai kantor PT Cahaya Perisai Afiyah perusahaan pemenang tender pengadaan pohon plastik di DKI Jakarta. (Foto: Tribunnews.com/ Reza Deni)

Selain Ketua RT, ada juga Ketua RW 01 di lokasi. Dia juga mengakui baru pertama kali mendengar ada perusahaan berjenis PT di lingkungannya yang memenangkan tender Pemprov DKI senilai Rp 8 miliar lebih.

Baca Juga:  DPRD DKI Minta Ahok Ikuti Putusan Hakim Hentikan Reklamasi

“Selama ini enggak ada konsultasi ke saya soal tender atau apa pun, apalagi sampai e-budgeting Rp 8 miliar,” kata Ketua RW 01 bernama Amir tersebut.

Dia juga mengatakan tidak ada perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan di lingkungannya, terlebih dengan pemilik bernama Surachman.

Selain soal lokasi kantor, publik juga mempertanyakan alasan pemilihan PT. Cahaya Perisai Afiyah sebagai pemenang.

PT. Cahaya Perisai Afiyah, dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP) 74.244.086.0-427.000, diketahui belum terverifikasi oleh website Steelindonesia.com. Artinya, website steelindonesia.com belum bisa menjamin keamanan dalam bertransaksi dengan perusahaan ini.

Baca juga: Heboh Pohon Imitasi, Anies: Suka Pura-pura Kaget, Seakan Baru Ada Sekarang

Baca Juga:  Ribut-ribut Sampah di Teluk Jakarta, Sandiaga Sebut Sudah Ada Sejak 2014

Publik mempertanyakan bagaimana perusahaan yang belum terverifikasi oleh steelindonesia.com bisa memenangkan tender pemerintah provinsi DKI Jakarta. Sementara perusahaan lainnya yang berada di peringkat atas, tidak mendapatkan rekomendasi alias tidak dimenangkan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menerangkan bahwa pengadaan pohon imitasi yang sempat dipasang di trotoar Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta, tidak memakan biaya hingga Rp 8.1 milyar.

Pemasangan pohon lampu hias tersebut murni inisiatif Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat (Sudin PE), menggunakan barang di gudang penyimpanan. Begitu menuai banyak kritikan, pohon-pohon imitasi tersebut dibongkar kembali.

Simak lewat video berikut: