Kriminal

Polisikan Pembuka Jendela Darurat, Anggota DPR Nilai Lion Air Arogan

pesawat Lion Air yang diancam bom
Suasana pesawat Lion Air yang diancam bom di Pontianak (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Lion Air melaporkan ke pihak berwajib penumpang yang membuka jendela darurat pada saat insiden candaan bom yang menimbulkan kepanikan di pesawat JT 687 rute Pontianak-Jakarta. Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie memprotes sikap Lion Air tersebut.

“Iya saya kira itu langkah yang kurang tepat dan arogan. Ini kan situasi lagi panik. Tahu nggak Lion Air itu ketika orang nyebut bom dalam pesawat? Mereka kan dalam pesawat itu tempat yang tertutup sehingga mereka tentu panik,” kata Syarif kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).

Menurut Syarif, pembuka jendela darurat itu hanya ingin menjalankan prosedur penyelamatan lantaran adanya isu bom tersebut, kendati itu ternyata cuma candaan penumpang yang tak bertanggung jawab. Syarif bahkan meminta Lion Air mestinya mengapresiasi gerak cepat penumpang itu.

Baca Juga:  Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

“Mereka membuka jendela ini kan dalam rangka penyelamatan, seharusnya kan diberikan apresiasi terhadap itu, bukan hanya dipolisikan. Jadi ini langkah yang keliru nih, Lion,” ujar politikus Partai Nasdem itu.

Lion Air melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat itu dengan alasan informasi bom tak bisa dijadikan alasan penumpang melakukan tindakan tersebut. Penumpang itu dianggap telah merusak fasilitas pesawat.

Namun Syarif tak bisa menerima alasan Lion Air tersebut. Syarif bahkan meminta penumpang yang dilaporkan Lion Air melapor balik.

Baca Juga:  Kapolda Jabar: 99 Persen Rizieq Shihab Akan Jadi Tersangka

“Bukan merusak fasilitas, memang itu kan pintu darurat. Pintu darurat itu kan dibuka dalam kondisi yang sangat darurat, wajar mereka membuka itu. Kenapa Lion nggak buka pintu depan secepatnya supaya mereka pada bisa keluar?” ucapnya.

“Iya (laporkan balik), ada motif apa. Atau Lion memang ada skenario dengan penumpang yang bersangkutan yang mengatakan bom, bawa bom?” jelasnya.

Sebelumnya, pihak Lion Air menjelaskan, insiden ancaman bom tersebut tak bisa langsung dijadikan alasan bagi penumpang untuk membuka jendela darurat.

“Dalam penerbangan tersebut, ada seorang penumpang yang bergurau membawa bom, namun ini tidak serta-merta dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/4/2018).

Baca Juga:  Polsek Ciracas Digeruduk Massa, Mobil dan Sepeda Motor Digulingkan

Saat ini kepolisian telah menangani perkara tersebut. Lion Air berharap kasus dugaan perusakan fasilitas itu berlanjut ke tingkat pengadilan.