Kriminal

Divonis Bebas, Cuitan Alfian Tanjung Cuma Copy-Paste dari Media

Mantan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), Alfian Tanjung.

Jurnalindonesia.co.idMajelis hakim membebaskan mantan dosen UHAMKA, Alfian Tanjung, dalam kasus ujaran kebencian.

Sebelumnya, Alfian Tanjung menjadi tersangka atas cuitannya di akun Twitter @Alfiantmf pada 25 Januari 2017 lalu yang menyebut “PDIP yang 85 persen isinya kader PKI mengusung cagub antiIslam”.

Namun majelis hakim menilai, cuitan tersebut tak terbukti sebagai ujaran kebencian karena hanya copy-paste dari salah satu media yang tidak terdaftar di Dewan Pers.

Baca Juga:  Logo di Paspor pun 'Digoreng' Dikaitkan dengan Komunisme

“Bahwa perbuatan terdakwa hanya copy-paste media untuk di-posting akun media sosialnya,” kata hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).

Atas dasar ini, hakim pun meminta jaksa penuntut umum segera membebaskan Alfian Tanjung dari penjara dan mengembalikan barang bukti yang sudah disita, yakni laptop bermerek Asus.

Baca Juga:  Pedemo di PN Jaksel Desak Ratna Sarumpaet Ungkap Dalang di Balik Kasusnya

“Terdakwa dibebaskan hukum, maka denda hukum perkara dikembalikan kepada negara. Barang bukti juga harus dikembalikan,” ucap hakim.

Sebelumnya, Alfian Tanjung dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Alfian diyakini jaksa terbukti melakukan ujaran kebencian lewat cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ di akun Twitter.

Jaksa menyebut kalimat cuitan dari twitter Alfian mempunyai makna provokatif yang dapat membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap PDIP.