Kriminal

Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Anniesa 18 Tahun

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (5/3/2018). (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Jurnalindonesia.co.id – Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, hari ini menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus penipuan agen perjalanan umrah First Travel, yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Keduanya masing-masing diganjar hukuman 20 tahun dan 18 tahun penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa satu Andika Surachman dan terdakwa dua Anniesa Hasibuan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan pencucian uang. Menjatuhkan hukuman penjara kepada para terdakwa masing-masing 20 tahun dan 18 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Soebandi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5).

Hakim Soebandi juga menjatuhkan pidana denda denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan kepada Andika dan Anniesa. Dia memerintahkan supaya masa penangkapan dan penahanan para terdakwa dikurangkan dari pidana dijatuhkan, dan para terdakwa tetap dalam tahanan.

Baca juga: Bos First Travel Masuki Ruang Sidang, Pengunjung: Awas Penghuni Neraka Lewat

Hakim menyatakan Andika, Anniesa, dan Kiki terbukti menipu dan melakukan pencucian uang calon jemaah umrah. Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 378 KUHP, 372 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 dan juncto pasal 64, serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Vonis majelis hakim hampir sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dibacakan pada 7 Mei lalu. Saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andika dan Anniesa dengan hukuman 20 tahun penjara, serta didenda Rp10 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan. Sedangkan Kiki diancam penjara selama 18 tahun, dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan.

Dalam sidang digelar sejak 19 Februari lalu, berderat fakta tentang ketidakberesan kegiatan agen perjalanan umrah itu terkuak satu-persatu. Mulai dari wanprestasi hingga penggelapan uang jemaah.

Kasus penipuan First Travel ini mengakibatkan kerugian hingga Rp905,3 miliar. Uang sebanyak itu merupakan akumulasi dari dana yang disetorkan calon jemaah sebesar Rp14,3 juta per orang. Korban penipuan yang dalam kasus ini mencapai 63.310 orang.

Baca juga: Dua Cara Simpel Menurut Hotman Paris untuk Cegah Penipuan Agen Travel Umrah dan Investasi Bodong

—-

CNN INDONESIA