Daerah, DKI Jakarta

PD Pal Jaya: Air Olahan Tinja Bukan untuk Diminum

Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System
Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System, yang berlokasi di Intalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), RT 05/02, di Jalan Router Ring Road Lingkar Luar, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (23/5/2018). (Foto: Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Jurnalindonesia.co.id – PD Pal Jaya menegaskan bahwa air hasil olahan limbah tinja menggunakan PAL-Andrich Tech System tidak untuk dikonsumsi sebagai air minum. Direktur Utama PD Pal Jaya Subekti menjelaskan, limbah tinja diolah agar tidak mencemari lingkungan.

“Melalui sistem olahan ini (sistem PAL-Andrich Tech) untuk memperbaiki kualitas olahan limbah, jadi tidak diperuntukkan untuk air minum,” kata Subekti dalam jumpa pers di Kantor PD Pal Jaya, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara parameter, air untuk kebutuhan sehari-hari dengan air untuk minum berbeda. Untuk itu, Subekti menyampaikan tugas PD Pal Jaya melalui sistem PAL-Andrich Tech hanya mengolah air limbah tinja menjadi ramah lingkungan.

PD PAL Jaya

Jumpa pers PD PAL Jaya tentang air olahan limbah tinja. (Foto: Parastiti/detikcom)

“Air dari limbah dengan air minum itu berbeda secara parameter yang digunakan. Tugas kami adalah mengolah air limbah untuk tidak lagi mencemari lingkungan, digunakan untuk flushing toilet atau cooling water,” terangnya.

Subekti kemudian menuturkan, ada dua tujuan utama pada pengolahan limbah menggunakan sistem PAL-Andrich Tech. Selain untuk efisiensi waktu pengolahan limbah, sistem tersebut juga dapat meningkatkan kualitas limbah.

Baca Juga:  Pembunuh Sopir Go-Car Dihukum Penjara Seumur Hidup

“Tujuan utama ada dua, menghasilkan kualitas influen yang lebih bagus dengan sistem yang konvensional. Kualitas olahan ini sampai ketika dibuang ke lingkungan tidak mencemari, ketika dibuang ke badan air,” tuturnya.

Teknologi Andrich

Teknologi Andrich di IPLT Duri Kosambi yang dikelola PD PAL Jaya. (Foto: Kompas/Nibras Nada Nailufar)

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/5/2018).

Sandi mengaku terharu dalam peresmian alat pengolahan limbah yang diciptakan oleh dua putra Indonesia tersebut.

Dia tak menyangka bila kata Ardich yang lebih mengesankan dari Jerman atau Austria, ternyata gabungan dua nama pemuda asal Indonesia.

“Hari ini saya terharu, kalau kita dengar Adrich. Wah Adrich ini kayaknya Jerman atau Austria gitu ya. Tahu-tahunya itu Andri dan Chairunnas dua putra dari Sumatera Barat kebanggaannya kita semua. Ternyata, bisa menciptakan suatu teknologi yang sangat inovatif dan tepat guna,” kata Sandi dalam sambutannya.

Baca Juga:  Setengah Ton Serbuk Penghilang Bau Ditebar di Kali Item

Sandi mengatakan, banyak orang-orang buat temuan orang Indonesia dijadikan lelucon. Namun, IPAL PAL Adrich Tech System ini membantahnya. Teknologi ini, menurut Sandi, yang pertama di dunia.

“Kalau kita lihat, bahwa temuan-temuan orang Indonesia kadang-kadang suka dibuat lelucon, joke, dan juga tidak dianggap bisa bersaing di pasar internasional. Hari ini kita lihat dengan teknologi fisika, dan saya ingin sekali melihat bagaimana. Tetapi kalau tidak salah, ini tuh ya belum pernah ada referensinya di dunia. Jadi ini pertama kali,” ujarnya.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, teknologi Andrich mampu mengubah limbah tinja jadi air siap minum dalam waktu setengah jam.

Sandiaga Uno menjelaskan, teknologi jauh lebih efisien dibanding sistem konvensional.

“Prosesnya dari 7 hari menjadi 30 menit. Ini betul-betul lompatan. Belum pernah terjadi (sebelumnya),” kata Sandiaga.

Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System

Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System, yang berlokasi di Intalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), RT 05/02, di Jalan Router Ring Road Lingkar Luar, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (23/5/2018). (Foto: Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Sandiaga Uno meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PAL-Adrich Tech System, yang berlokasi di Intalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), RT 05/02, di Jalan Router Ring Road Lingkar Luar, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (23/5/2018). (Foto: Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia juga memuji wujud teknologi yang minim carbon print itu. Ada satu tanki besar yang digunakan untuk menampung dan menyaring air dari lumpur. Setelah itu air dialirkan ke mesin Andrich yang diletakkan dalam sebuah kontainer.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata DKI Fasilitasi Ratna Sarumpaet ke Chile atas Perintah Anies

Di dalam kontainer juga ada alat untuk treatment air dengan ultra filtrasi. Air kemudian dikeluarkan lewat pipa. Dari air tinja yang berwarna cokelat kehitaman, ketika dikeluarkan menjadi putih. Simpel, mudah dioperasikan.

“Energinya (yang dihabiskan) tidak banyak. Pakai gelombang fisika. Investasinya juga tidak banyak. Dan operasionalnya sistemnya sangat simpel dan efisien,” ujar Sandiaga.

Setiap hari IPLT Duri Kosambi menampung 150 kubik limbah tinja. Yang mampu diolah sebanyak 80 meter kubik per hari.

Untuk sementara, air hasil pengolahan Andrich bakal dialirkan untuk kebutuhan warga sekitar Duri Kosambi.

“Saya berharap akan menghasilkan 50 meter kubik per hari untuk menyirami 9 hektar lahan hijau dan dua yang ada di sekitar wilayah sini. Mangga, timun suri, pepaya, tadi singkong juga bisa diairi di sini,” kata Sandiaga.

DETIKCOM/TRIBUNNEWS