Politik

Ini Alasan Karni Ilyas Kutip Pernyataan Mantan Perdana Menteri Cina di Twitter

Karni Ilyas
Karni Ilyas. (Foto: Antara/R. Rekotomo)

Jurnalindonesia.co.id – Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Karni Ilyas, mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mengenai pentingnya kritik dan opini publik bagi suatu pemerintahan.

Wen Jiabao menyatakan, sikap kritis masyarakat bisa menjadi pemacu pemerintah meningkatkan kinerja dan bekerja lebih baik.

“ILC: Saya tidak setuju sistem atau pemerintah yang takut kepada opini dan pandangan kritis. Hanya dengan memperhatikan pandangan kritislah kita jadi memiliki kesempatan utk meningkatkan kinerja kita dan bekerja lebih jauh” Wen Jiabao,” tulis Karni Ilyas melalui akun Twitter-nya, @karniilyas, Minggu (27/5/2018).

Cuitan Karni Ilyas tersebut mendapat banyak tanggapan dari netizen. Salah satunya dari akademisi, Nadirsyah Hosen.

Baca Juga:  Karni Ilyas: Salah Hitung Quick Count di Pilpres 2014 Bukan dari TVOne

Menanggapi kicauan tersebut, Nadirsyah mempertanyakan alasan Karni mengutip pernyataan Wen Jiabao. Sebab, kata dosen di Monash University, Australia, itu, demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia lebih baik bila dibandingkan Cina.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Sebar Hoax Soal PT Dirgantara Indonesia Dijual ke Cina

Nadirsyah juga menyodorkan data perbandingan tingkat kebebasan antara Cina dan Indonesia.

Menurut Nadirsyah ‘Freedom Index’ China memiliki skor total 14. Sedangkan ‘Freedom Index’ Indonesia memiliki skor 64.

Selain itu, peraih dua gelar doktor (PhD in Law dari Universitas Wollongong dan PhD in Islamic law dari National University of Singapore) ini juga mengatakan, pemerintah Cina mengontrol penuh media sosial, sehingga sangat sulit bagi warganya untuk mengkritik pemerintahnya.

“Tingkat kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di Indonesia melebihi China. Kok bang @karniilyas ngutip pendapatnya bekas pemimpin China yah?,” tulis Nadirsyah.

“China itu skor totalnya 14, dan dianggap “not free” dlm Freedom Index. Indonesia itu skornya 64, dan “partly free”. Kita jelas lebih baik. Medsos saja dikontrol oleh pemerintah China. Boro2 di sana mau ngeritik pemerintah. Gimana nih Bang @karniilyas ?,” imbuh Nadirsyah.

Menjawab tanggapan Nadirsyah, Karni Ilyas mengatakan bahwa karena kondisi Cina yang totaliter itulah kenapa dirinya tertarik dengan pernyataan Wen Jiabao.

Baca Juga:  Diambang Bangkrut, Turki Terancam Dikuasai China

Sebab, di tengah kondisi pemerintahan yang totaliter tersebut, Wen Jiabao berani mengkritik pemerintahan.

“Justru itu menariknya. Wen Jiabao, bekas Presiden Cina mengeritik sistem dan politik pemerintah Cina yg totaliter,” tulis Karni Ilyas.

Baca juga: Bagi Rizal Ramli Selamatkan Bank Century Adalah Perkara Mudah