Nasional

Diskusi ‘Mewujudkan Khilafah’ di Bandung Batal, Ini Kata Polisi

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Ilustrasi: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar Rapat dan Pawai Akbar (RPA) 1436 H tahun 2015 bertajuk Bersama Umat Tegakkan Khilafah. (Foto: Antara/Dewi Fajriani)

Jurnalindonesia.co.id – Pihak panitia penyelenggara membatalkan acara diskusi bertajuk Kajian Sistem Politik dan Pemerintahan Islam yang rencananya digelar di Gedung Wakaf Pro, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (27/5).

Deputi Chief Executive Officers Sinergi Foundation, Asep Irawan, selaku pengelola gedung mendapat informasi pembatalan tersebut dari panitia acara pada Sabtu malam.

“Pihak panitia acara sudah menghubungi pihak pengelola gedung memberitahukan perihal pembatalan acara yang direncanakan digelar keesokan harinya,” ucap Asep kepada CNNIndonesia.com.

Asep menegaskan pihaknya bukan penyelenggara acara seminar tentang khilafah. Pihaknya hanya menyewakan tempat kepada klien yang berniat menyewa aula di Gedung Wakaf Pro.

Dia juga menjelaskan bahwa Luthfi Afandi, sosok yang rencananya berceramah dalam acara tersebut, sudah tidak bekerja di Sinergi Foundation sejak Desember 2015.

Pernyataan itu sekaligus membantah informasi yang menyebutkan sosok juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat itu bekerja di Sinergi Foundation sejak Januari 2014 hingga saat ini.

“(Luthfi) secara resmi telah non-aktif dari Sinergi Foundation sejak Desember 2015,” tutur Asep.

Asep pun menegaskan, tempat yang sebelumnya akan digunakan untuk menyelenggarakan acara itu bernama Gedung Wakaf 99, bukan Gedung Wakaf Pro.

Menurutnya, tempat tersebut merupakan milik masyarakat yang dikelola dengan konsep wakaf produktif sejak 2011. Hal itu termasuk pusat pelatihan atau training center di lantai 3 yang bersifat terbuka untuk umum atau berbagai komunitas dengan sisitem sewa.

Sebelumnya, Luthfi menuturkan acara bertajuk Kajian Sistem Politik dan Pemerintahan Islam adalah pengajian biasa.

“Itu pengajian biasa, apa yang mengganggu?” kata Luthfi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (26/5).

Dia menuturkan pihak yang menolak kegiatan dakwah Islam adalah kelompok munafik dan membenci Islam.

Kabar mengenai acara soal Khilafah ini sebelumnya beredar lewat pesan berantai di aplikasi pesan WhatsApp, dengan tagar Khilafah dan Metode Mewujudkannya.

Kajian berdurasi enam jam itu digelar oleh Mercusuar dan Islamkaffah. Sementara Luthfi disebut akan hadir sebagai pembicara.

Sementara itu kepolisian Resor Kota Bandung memang telah mengimbau panitia untuk membatalkan kegiatan itu.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Komisaris Santhi mengatakan pihaknya masih belum memberikan izin pelaksanakan kegiatan tersebut.

“Belum dapat izin,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com. “Tadi sih diimbau tidak dilaksanakan.”

CNN Indonesia

Loading...