Daerah, DIY Yogyakarta, Pendidikan

Namanya Dicoret di Daftar Penceramah UGM, Fahri Hamzah: Ada Pejabat yang Tekan Rektor

Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah batal mengisi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Fahri mengaku mendapat keterangan dari takmir masjid yang menyebutkan bahwa ada tekanan dari pejabat ke pihak kampus.

Pencoretan nama Fahri dalam daftar penceramah di Masjid UGM ini sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial. Akun Twitter @maspiyuuu yang pertama kali mengumumkan hilangnya nama Fahri Hamzah secara mendadak dalam daftar. Dia menyebut, ada tekanan dari Istana ke pihak rektorat.

Tweet tersebut kemudian ditanggapi oleh kolega Fahri Hamzah, Fadli zon melalui akun @fadlizon. Wakil Ketua DPR RI ini mengecamnya dan menilai hal ini sebagai bagian dari teror terhadap demokrasi.

Sedianya, Fahri Hamzah akan mengisi ceramah tarawih pada Senin (21/5/2018) malam di Masjid UGM, sebagaimana tertera di poster yang berisi daftar penceramah selama 30 hari di Bulan Ramadan yang diterbitkan pihak kampus.

Daftar penceramah yang akan mengisi tausiah selama 30 hari di Bulan Ramadan di Masjid UGM. (Foto: Istimewa)

Menanggapi pembatalan tersebut, Fahri Hamzah mengatakan bahwa ada tekanan dari pejabat yang menyebabkan takmir Masjid UGM takut.

Baca Juga:  Diduga Berafiliasi dengan HTI, 2 Dosen UGM Dinonaktifkan

“Saya dikontak oleh pihak takmir masjid bahwa rektor ditekan oleh para pejabat di atas. Bahwa saya nggak boleh ceramah di masjid UGM,” kata Fahri kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

“Sebenarnya banyak alasan yang sampai ke saya, tapi intinya saya nggak boleh ceramah. Ada rasa takut yang sangat tinggi akibat tekanan dari luar itu. Takmir bilang terpaksa melakukannya,” imbuhnya.

Fahri tak menyebut nama pejabat yang dimaksudnya. Fahri mengaku sempat bertemu dan berbincang dengan beberapa mahasiswa UGM yang mengatakan bahwa Rektor UGM, Panut Mulyono, tak ingin membuat larangan tertulis.

Baca Juga:  Pengelola Kalibata City Soal Kisruh Penurunan Bendera: Kami Hanya Pindahkan ke Area yang Lebih Aman

“Katanya yang saya dengar gitu. Tapi malam itu mahasiswa UGM banyak yang jumpa saya di acara ngopi bareng dan cerita bahwa rektor nggak mau membuat larangan tertulis, tapi hanya lisan,” ucap Wakil Ketua DPR RI ini.

Pihak UGM sendiri sudah membantah tuduhan Fahri. Mereka menegaskan, keputusan ini diambil bukan karena desakan pihak luar, apalagi dari pemerintah. Itu dilakukan semata-mata untuk menghindari pro-kontra di tengah masyarakat.

“Enggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada (desakan) dari kementerian, dari istana dari manapun tidak,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani kepada detikcom, Kamis (24/5/2018).

Iva menjelaskan, keputusan ini hasil dari pertemuan pihak Rektorat UGM dengan jajaran takmir masjid kampus.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono pun mengakui telah meminta kepada takmir Masjid UGM untuk mengganti nama Fahri dengan penceramah yang lain. Namun dia enggan menyebutkan alasannya.

Baca Juga:  Polda Jabar Hentikan Kasus Rizieq Shihab, Ini Alasannya

“Tidak jadi (berceramah), memang waktu itu prinsipnya beliau (Fahri) ke Yogyakarta tetapi tidak ke masjid kampus (UGM),” kata Panut Mulyono kepada detikcom, Kamis (24/5/2018).

“Karena memang UGM itu lalu minta kepada takmir supaya diganti pembicara yang lain,” ujarnya.

Ditanya kembali soal alasannya, Panut meminta untuk bertanya langsung ke Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani.

Selain Fahri, ada dua penceramah lain yang dicoret dalam daftar, yakni Ismail Yusanto, yang merupakan mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Novriyadi, yang merupakan dosen internal UGM.