Daerah, DKI Jakarta

Sandiaga Akui Warga yang Mengadu ke Balai Kota Mulai Sepi, Ini Alasannya

Jumlah warga yang mengadu ke Balai Kota berkurang. (Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengakui pengaduan di Balai Kota mulai sepi. Apa tanggapan Sandi terkait hal ini?

“Ini sepinya sekarang tapi memang ada yang datang ketemu saya, nyerahin sendiri. Jadi kan ada rasa pengen nyerahin sendiri. Terus ada juga keinginan warga untuk kebijakan langsung. Misalnya kehilangan pekerjaan, mesti bayar anak sekolah. Itu kan tidak bisa ditangani di kecamatan,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018).

Baca Juga:  Harga Daging di Singapura Lebih Murah dari Jakarta, Sandiaga Sebut Gubernur Jakarta Konyol

Menurut Sandiaga, berkurangnya jumlah warga yang mengadu ini dikarenakan warga sudah bisa melakukan pengaduan di masing-masing kecamatan. Dia mengklaim, sistem pengaduan di kecamatan saat ini sudah efektif.

“Jadi karena dulu mereka diberi disposisi tapi akhirnya sistemnya tidak berjalan. Sekarang ini mereka harus mengikuti berjenjang, dari mulai kecamatan dan enggak bisa ditangani baru ke sini,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Sebagaimana dilansir detikcom, pengaduan warga di Balai Kota biasanya dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Namun, hanya terlihat sedikit warga yang datang untuk mengadu ke Balai Kota.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Persilakan Ketua RT Minta THR ke Pengusaha

Saat Sandiaga tiba sekitar pukul 07.25 WIB, tidak tampak warga yang melakukan pengaduan. Banyak kursi untuk warga yang masih kosong.

Sandiaga mengaku masih cukup sering menerima aduan dari warga. Usai berolahraga, biasanya di menuju pendopo Balai Kota untuk mendengarkan keluhan warga dan dilanjutkan dengan sesi wawancara dengan wartawan.

Meski sepi, Sandiaga tidak akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengaduan di Balai Kota. Dia mengaku akan tetap mempertahankan sistem pengaduan tersebut.

Baca Juga:  Ini Analisa Roy Suryo Soal Google Ganti Kata Foke Jadi Ahok di Keyword 'Sungai Bersih Jakarta'

“Nggak (ada evaluasi), bagus menurut saya. Jadi sudah berjalan. Ini yang seperti datang ini kelihatan butuh penanganan,” ucapnya.

Baca juga:

Setelah Monas, Sandiaga Wacanakan Salat Tarawih Berjemaah di Jakarta Fair

Alasan Sandiaga Uno Ingin Gelar Tarawih di Monas: “Instagramable”