Daerah, Jawa Barat

Berakhir Ricuh Sweeping FPI ke Pabrik di Sukabumi Minta Karyawan Dipulangkan Lebih Cepat di Bulan Ramadan

Kapolsek Parungkuda Kompol Nursiwan saat mencoba menenangkan ormas yang melakukan sweeping.
Kapolsek Parungkuda Kompol Nursiwan saat mencoba menenangkan ormas yang melakukan sweeping. (Foto: Rawin Soedaryanto/sukabumiupdate.com)

Jurnalindonesia.co.id – Puluhan orang yang ditengarai anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) melakukan menggeruduk pabrik garmen, di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/5/2018).

Sebagaimana dilansir Sukabumiupdate.com, Mereka datang untuk mendesak agar perusahaan memulangkan karyawannya pada pukul 15.00 WIB. Perusahaan diminta menaati aturan yang dibuat ormas tersebut.

Aksi tersebut berujung ricuh hingga mengakibatkan pemukulan terhadap HRD PT Kenlee, Herman, dan sopir PT L&B, Dadang.

Kapolsek Parungkuda Kompol Nursiwan mengatakan, kericuhan berawal dari ormas yang meminta perusahaan menaati aturan yang dibuat ormas mereka, yakni memulangkan karyawannya pada pukul 15.00 WIB.

Namun pihak perusahaan menolak permintaan tersebut. Pihak perusahaan menganggap ormas tersebut membuat aturan sepihak. Perusahaan hanya akan menjalankan surat edaran Bupati Sukabumi No 560/3160/Disnakertrans yang mengatur jam kerja karyawan selama bulan Ramadan yaitu hingga pukul 16:30 WIB.

“Secara otomatis massa FPI ngotot karena merasa tidak terima atas ucapan korban, lalu terjadilah cekcok hingga berujung pemukulan terhadap korban,” ujar Nursiwan, dilansir sukabumiupdate.com, Selasa (22/5/2018).

Baca Juga:  Tertawa Anggota DPRD Dengar Penjelasan Kadis soal Beda RPTRA dan Taman Maju Bersama

Baca juga: Minta Kemenag Buat Daftar Penceramah Tak Baik, Said Aqil Contohkan Rizieq Shihab

Setelah beraksi di PT Kenlee, kata Kompol Nursiwan, ormas tersebut melanjutkan sweeping ke pabrik L&B. Di pabrik ini sempat juga terjadi percekcokan antara FPI dan Manager HRD hingga mengakibatkan seorang sopir perusahaan bernama Dadang terluka saat mencoba melerai.

“Kedua Korban tersebut (HRD PT Kenlee, Herman, dan sopir PT L&B, Dadang) mengalami luka bengkak dan lebam di bagian wajah,” ujar Nursiwan.

Kepolisian pun telah memeriksa beberapa orang sebagai saksi untuk proses penyelidikan.

“Belum bisa menyampaikan berapa orang yang diperiksa, yang pasti proses hukum harus tetap dijalankan,” ujarnya.

Baca Juga:  FPI Klaim 50 Juta Simpatisan dan Alumni 212 akan Tinggalkan Facebook

Sementara itu Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, mengatakan bahwa polisi tengah melakukan pengumpulan barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan pengrusakan.

Meski demikian, kata Nasriadi, penindakan tidak harus selalu berakhir ke meja peradilan namun bisa melalui musyawarah kalau kedua pihak sudah saling memaafkan.

“Saya, Kapolres kemudian Muspika Parungkuda mengajak pertemuan terhadap perwakilan ormas dan dihadiri beberapa HRD dari perusahaan untuk membicarakan tentang ketenangan bulan Ramadan terutama di wilayah kecamatan Parungkuda,” kata Nasriadi usai menggelar pertemuan dengan perwakilan perusahaan dan ormas di aula Kantor Kecamatan Parungkuda, Selasa(22/5/2018).

Baca juga: Tantang Trump, FPI: Umat Muslim di Indonesia Siap Tempur!

Muspika Parungkuda dan Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi memediasi musyawarah antara pihak perusahaan dengan ormas.

Muspika Parungkuda dan Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi memediasi musyawarah antara pihak perusahaan dengan ormas. (Foto: Rawin Soedaryanto/sukabumiupdate.com)

Nasriadi pun akan berkoordinasi dengan Bupati Sukabumi agar Ramadan bisa berjalan tanpa ada gangguan apapun.

Baca Juga:  Tak Akan Minta Maaf, Tempo: Kami Tak Tunduk pada Tekanan FPI

“Saya sendiri nanti akan bicarakan kepada Bupati, karena ada hal-hal yang harus kita tegaskan, contohnya jam masuk dan keluar kerja serta masalah lain-lain. Kemudian saya bicarakan dengan pihak terkait untuk sama-sama menjaga ketenangan di bulan Ramadan,” tutur Nasriadi.

Nasriadi berharap melalui pertemuan yang sudah dilaksanakan, maka perusahaan dan ormas bisa saling menghargai Ramadhan sebagai bulan yang suci.

“Kita harap agar pihak perusahaan juga mentaati, menghormati karena mayoritas pekerja disini adalah Islam. Menghormati hak-hak mereka di dalam bulan Ramadan. Kemudian dari pihak ormas juga harus mengerti dengan keberadaan perusahaan karena perusahaan sekarang lagi meningkatkan produktivitas, tujuan untuk membayar gaji, THR dan upah selama lembur,” ucapnya.