Nasional

Jawab Tuduhan Said Aqil, FPI: Kalau Habib Rizieq Tak Bagus, Kok Umatnya Bisa Jutaan?

Juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif.
Juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif.

Jurnalindonesia.co.id – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku tidak sependapat Kementerian Agama RI (Kemenag) merilis daftar nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk acara-acara keagamaan di masyarakat.

Said justru berpendapat, mestinya Kemenag merilis daftar penceramah yang tidak baik atau penceramah yang mengkritik Pancasila dan berdakwah tetapi berbicara kasar. Hal itu, kata dia, sebagai peringatan agar warga tidak mengundangnya.

Said pun kemudian secara terang-terangan menyebut nama Rizieq Shihab (pimpinan ormas FPI) sebagai contoh penceramah dinilainya yang tidak baik.

Baca: Minta Kemenag Buat Daftar Penceramah Tak Baik, Said Aqil Contohkan Rizieq Shihab

Menanggapi pernyataan tersebut, pihak jubir FPI, Slamet Maarif, mengaku sangat menyayangkannya. Menurutnya, apa yang disampaikan Said cenderung memprovokasi dan memecah-belah umat.

Baca Juga:  Habib Rizieq Diusulkan Diangkat Jadi Imam Besar Nasional

Namun Slamet yakin, umat Islam sudah cerdas. Mereka, kata dia, sudah bisa menentukan mana penceramah yang patut dijadikan panutan dan mana yang bukan.

“Umat itu sudah cerdas, sudah bisa memilih,” kata Slamet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Slamet pun meminta Said Aqil introspeksi diri. Slamet heran bagaimana mungkin Rizieq dikategorikan sebagai penceramah atau ulama tak baik sedangkan pengikutnya saja sampai jutaan.

“Kalau beliau (Rizieq) kurang bagus, umatnya kok bisa jutaan orang? Jadi mohon introspeksi dirilah. Pak Said introspeksi diri,” ujar Slamet.

Baca: Tak Masuk dalam Daftar 200 Mubalig, Ini Tanggapan Ustaz Abdul Somad

Baca Juga:  Ada FPI di Balik FUI dan Desakan Hak Angket dalam Aksi 212 Jilid II

Sebelumnya, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 justru mengatakan, di antara 200 mubalig rekomendasi Kemenag, banyak ulama yang kerap memberikan ceramah menyesatkan kepada umat Islam. Mereka dinilai sering membuat resah sehingga menimbulkan pecah belah umat.

“Saya melihat yang masuk dalam 200 itu, di antaranya justru ulama yang terindikasi ulama suu’ (ulama jahat) yang sering membuat kegaduhan-kegaduhan dengan statement-nya yang ngawur,” kata Novel, Sabtu (19/5).

“Ormas yang dipimpinnya saja dari cabang-cabangnya melakukan mufaraqah (perceraian) dengan ketumnya malah masuk daftar,” lanjutnya.

Novel juga merasa kasihan dengan pencatutan sejumlah ulama dalam rekomendasi Kemenag tersebut. Pasalnya, menurut dia, mereka cuma menjadi korban politik Kemenag.

Baca Juga:  Para Pemimpin Negara Minta Bertemu Presiden Jokowi di Sela-sela KTT G20

“Kasihan ulama yang baik masuk daftar itu menjadi korban-korban Kemenag dalam pengotak-ngotakkan mubalig yang justru nanti tidak dapat simpati umat karena masuk daftar Kemenag. Yang kami tahu menterinya saja tidak mendapatkan simpati dari umat,” ujarnya.

Baca selengkapnya: PA 212: Banyak Ulama Sesat Masuk Daftar 200 Mubalig Rekomendasi Kemenag