Daerah, Kriminal, Sumatera Utara

Sebut Teroris Hanya Fiksi dan Pengalihan Isu, Polisi Ringkus Satpam Bank

Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja
Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id — Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) di Bank Sumut Serbalawan ditangkap aparat kepolisian pada Jumat (18/5/2018).

Pria bernama Amar Alsaya Dalimunthe alias Dede (46), warga Jalan Karya Bakti, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu diamankan terkait statusnya di media sosial Facebook dengan nama Dedek Andhika Dalimunthe.

Dalam status yang diunggah pada Kamis (17/5/2018) malam tersebut, Dede menyebut rentetan aksi teror beberapa waktu lalu hanya pengalihan isu.

“Di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu…” tulis Dede di akun Facebook-nya.

Baca Juga:  Jhoni Si Pemanjat Tiang Bendera Ungkap Keinginan Terpendamnya ke Jokowi

Tak pelak, status itu dibanjiri komentar warganet. Sebagian besar warganet mengecam unggahan tersebut.

“Berdasarkan laporan masyarakat, aparat yang juga sudah mendapatkan informasi melakukan penyelidikan. Pelaku kita amankan dan ditahan. Penanganannya dilakukan Polres Simalungun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Senin (21/5/2018).

Baca juga: Hendropriyono: Tangkap Para Tokoh Masyarakat yang Bicara dan Berbuat Membela Teroris

Dede diinterogasi Satuan Reskrim Polres Simalungun.

Dede ditangkap Satuan Reskrim Polres Simalungun di rumah kontrakannya pada Jumat (18/5/2018). Kepada aparat, pelaku mengaku mengunggah status itu melalui ponselnya.

Baca Juga:  Situs Habibrizieq.com Diblokir, Ini Penjelasan Menkominfo

Saat ini polisi masih memeriksa pelaku terkait motif penyebaran ujaran yang diduga mengandung kebencian tersebut.

“Polres Simalungun masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan motif lain dari unggahan pelaku,” pungkas Tatan.

Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 14 Ayat (1) atau (2) UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, polisi juga menangkap seorang dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Himma Dewiyana Lubis alias Himma. Wanita kelahiran tahun 1972 itu ditetapkan tersangka terkait statusnya di Facebook yang menyebut peristiwa bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, hanyalah pengalihan isu.

Baca Juga:  Habib Rizieq Tersangka, FPI Segera Ajukan Praperadilan

“Skenario pengalihan yg sempurna…..#2019GantiPresiden,” tulis Himma.

Baca: Polisi Tangkap Dosen USU yang Sebut Bom Gereja di Surabaya adalah Rekayasa