Kriminal

Polisi Tangkap Dosen USU yang Sebut Bom Gereja di Surabaya adalah Rekayasa

Himma Dewiyana Lubis
Himma Dewiyana Lubis ditangkap Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut

Jurnalindonesia.co.id – Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut menangkap Himma Dewiyana Lubis alias Himma, pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja sebagai dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU), .

Himma ditangkap di kediamannya di Jalan Melinjo II Komp. Johor Permai Medan Johor Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (19/5/2018).

Himma ditangkap terkait statusnya di Facebook yang menyebut peristiwa bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur hanyalah pengalihan isu. Wanita kelahiran tahun 1972 itu menuliskan pernyataannya tersebut tidak lama setelah peristiwa ledakan itu terjadi.

“Skenario pengalihan yg sempurna…..#2019GantiPresiden,” tulis Himma.

Status Himma

Status Himma

Baca juga: Pilot Garuda Indonesia yang Tulis Status soal Bom Surabaya Dinonaktifkan

Baca Juga:  Ingin Pulang, Eggi Sudjana: Habib Rizieq Istikharah Dulu di Depan Kabah

Tak pelak, status tersebut menuai kecaman netizen.

Setelah postingannya itu menyebar luas, Himma yang juga memiliki pendidikan terakhir S2 ini pun langsung menutup akun facebooknya.

Namun, postingannya sudah terlanjur di-screenshoot netizen dan diviralkan kembali.

Akhirnya pada Sabtu (19/5/2018) Himma ditangkap di rumahnya.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK menjelaskan, Himma diduga telah melakukan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian dan dengan sengaja menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Himma Dewiyana Lubis

Himma Dewiyana Lubis

Tatan menambahkan, motif dan tujuan Himma menuliskan pernyataannya tersebut karena terbawa suasana dan emosi di media sosial dengan maraknya seruan #2019GantiPresiden.

Baca Juga:  Mantan Teroris Ini Merasa Miris Kerusuhan Mako Brimob Dianggap Pengalihan Isu

“Disamping itu saudari Himma merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, yang menurutnya semua kebutuhan pada naik dan hal itu tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014,” kata Tatan menyampaikan pengakuan Himma.

“Pelaku mengakui menulis status tersebut tanggal 12 Mei 2018 dan 13 Mei 2018 di rumahnya,” imbuhnya.

Baca juga: Garda 212: Kerusuhan di Mako Brimob dan Bom di Surabaya Cuma Pengalihan Isu

Himma Dewiyana Lubis

Himma Dewiyana Lubis

Kabid Humas mengatakan, karena telah meresahkan masyarakat, personel Cybercrime Polda Sumut yang melaporkan sendiri akun tersebut sehingga dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh pelaku dapat diusut.

Baca Juga:  Beredar Hoax Berita Nusron di Detik News

Himma kini ada di Mapolda Sumut untuk dilakukan penyidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Petugas telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa handphone Iphone 6S dan SIM card milik pelaku untuk kepentingan penyidikan,” ujar Tatan.

Polisi juga melakukan Digital Forensik terhadap handphone milik Himma dan melakukan pendalaman bilamana ada motif lain terkait penulisan status tersebut.

Himma Dewiyana Lubis

Himma Dewiyana Lubis