Ekonomi dan Bisnis

6 Poin Imbauan YLKI ke Pemerintah Agar Tidak Terjadi Kemacetan di Tol Saat Mudik

Antrean kendaraan saat melintasi Gerbang Tol Cililitan
Ilustrasi mudik: antrean kendaraan saat melintasi Gerbang Tol Cililitan, Jakarta, Jumat (8/12/2017). (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Jurnalindonesia.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkhawatirkan, tersambungnya tol Transjawa justru berpotensi menimbulkan kemacetan yang lebih parah pada mudik lebaran tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas informasi yang dirilis pemerintah bahwa jalan tol Transjawa dari Merak hingga Surabaya sudah bisa dilalui untuk mudik tahun ini, meski ada beberapa ruas yang digunakan secara fungsional.

Baca: Jokowi: Tol Merak sampai Pasuruan Bisa Dipakai untuk Mudik

YLKI menilai, kemacetan parah itu disebabkan oleh menumpuknya kendaraan para pemudik di jalur tol.

“Sangat mungkin kemacetan di jalan tol akan lebih parah daripada kemacetan mudik Lebaran tahun sebelumnya. Pemudik akan bereforia menggunakan jalan tol Transjawa sebagai jalur utama, apalagi diberikan diskon tarif tol,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Minggu (20/5/2018).

Selain menumpuknya kendaraan, kemacetan juga kemungkinan akibat pengaruh dari antrian masuk rest area.

“Diperlukan management traffic yang lebih cerdas dan kreatif di rest area jalan tol, agar hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

YLKI pun meminta Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Korlantas Mabes Polri, pengelola jalan tol, dan dinas perhubungan setempat, untuk mengaudit kesiapan rest area jalan tol menghadapi mudik Lebaran.

Baca: VW Konvoi Lawan Arah Dikawal Polisi di Tol Jagorawi, Netizen: Ampun..ampun

Berikut 6 poin yang diminta YLKI untuk diaudit:

1. Pastikan akses air bersih yang cukup untuk toilet, khususnya toilet umum untuk perempuan. Dan pastikan tidak ada antrian mengular di toilet perempuan, dan karena itu perlu portabel toilet untuk memangkas antrian itu. Maksimum antrian di toilet perempuan seharusnya tidak lebih dari 5 orang. Antrian panjang itulah yang memicu pemudik menjadi lebih lama berada di rest area.

2. Pastikan kondisi toilet bersih, dan dengan petugas jaga yang jelas. Pastikan juga apakah toilet itu gratis atau membayar. Konsumen perlu informasi yang jelas dan konsisten terkait hal itu. Jangan dinyatakan toilet gratis, tapi petugasnya minta uang kepada konsumen.

3. Jika perlu sediakan mushola tambahan. Sebab faktanya, antrian berjubel bukan hanya di toilet, tapi juga di mushola/masjid di rest area. Hal ini juga menjadi pemicu kepadatan traffic di rest area, dan akhirnya memicu kemacetan.

4. Pastikan tidak terjadi antrian panjang saat mengisi BBM di SPBU. Ekor antrian itulah yang biasanya memicu kemacetan hingga badan jalan tol.

5. Harus dilakukan buka tutup di rest area tertentu. Rest area di jalan tol yang sudah melebihi kapasitas, maka harus ditutup dan dialihkan pada rest area berikutnya, sampai kondisi lalu lintas mencair kembali.

6. Pengelola jalan tol juga harus mengontrol harga makanan dan minuman, agar para pemilik warung tidak menjadikan aji mumpung, mengenakan harga pada konsumen seenaknya. Daftar harga harus dicantumkan pada daftar menu.