Kriminal

Jadi Otak Rentetan Teror Bom, Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Aman Abdurrahman
Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (15/2/2018). (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jurnalindonesia.co.id – Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman diyakini jaksa menjadi otak sejumlah rencana teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin pada 2016.

Atas dasar itulah jaksa menuntut pria kelahiran Sumedang 1972 itu dengan hukuman mati.

“Menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan Aman Abdurrahman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme,” ujar jaksa membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/5/2018).

Dalam tuntutannya di sidang tersebut, jaksa memaparkan terbentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) lewat pertemuan di Malang pada November 2014. Oleh jaksa Aman disebut memerintahkan pembentukan struktur wilayah di Kalimantan, Ambon, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Sulawesi.

“Dalam kelompok JAD, terdakwa Aman Abdurrahman diposisikan oleh para pengikutnya sebagai rujukan dalam ilmu,” kata jaksa.

Baca: Aman Abdurrahman Ingin Jadikan Indonesia Sebagai Provinsi ISIS

Setelah pengurus terbentuk di Malang, kata jaksa, seluruh amir wilayah mulai melaksanakan kegiatan-kegiatan mendukung daulah islamiyah serta mempersiapkan kegiatan amaliah jihad.

“Fakta di atas wujud keinginan terdakwa menggerakkan orang lain ikhwan-ikhwan yang dianggapnya sepemahaman atau kepada pengikutnya-pengikutnya untuk bersegera melakukan apa yang dianjurkan. Baik anjuran langsung atau buku atau situs internet atau MP3 sekaligus wadah yang dibentuk, yaitu JAD, yang dibentuk dengan tujuan mendukung ISIS di Suriah-Irak dan memudahkan niat terdakwa menggerakkan orang-orang yang tergabung dalam JAD sehingga terdakwa memberikan dalil-dalil yang menurutnya syari dan diteruskan kepada pengikut,” papar jaksa.

Sejumlah teror yang digerakkan Aman di antaranya bom Gereja Oikumene di Samarinda, bom Thamrin, bom Kampung Melayu, serta penusukan polisi di Sumut dan penembakan polisi di Bima.

Tak ada senyum

Usai persidangan, Aman langsung diborgol dan dikawal polisi bersenjata lengkap kembali ke mobil tahanan. Aman, yang biasanya sempat menebar senyum, kali ini hanya diam.

Aman Abdurrahman

Aman Abdurrahman jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/5/2018). (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)

Aman Abdurrahman

Aman Abdurrahman jalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/5/2018). (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)

Berbagai pertanyaan dari awak media tak dijawab Aman. Pertanyaan seputar kerusuhan di Mako Brimob hingga fakta persidangan, yang disebut jaksa sebelumnya tentang bom yang menewaskan 4 anak, tak mendapat tanggapan dari Aman.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Aman dengan hukuman mati. Aman diyakini jaksa menjadi otak sejumlah rencana teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin pada 2016.

Baca: Gerindra Berencana Bentuk Tim Selidiki Pelanggaran HAM Penindakan Teroris

Loading...