Daerah, Jawa Timur, Kriminal

Istri Pentolan JAD yang Ditembak Densus 88 di Sidoarjo Pegawai Kemenag

Densus 88 Anti Teror
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

Jurnalindonesia.co.id – Densus 88 Antiteror menangkap lima teroris komplotan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi kemarin.

Satu dari lima teroris tersebut terpaksa ditembak mati petugas lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap.

Mereka digerebek di sebuah rumah di Perum Puri Maharani Blok A4, Nomor 11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (14/5).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, satu orang yang ditembak mati itu bernama Budi Satrio.

Menurut Tito, Budi Satrio adalah tokoh nomor dua di Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Surabaya. Dengan kata lain, posisi Budi Satrio dalam jaringan itu di bawah Dita Oepriarto yang disebut Kapolri sebagai pimpinan JAD Surabaya.

Baca Juga:  Gerebek Rumah Pelaku, Densus 88 Temukan 3 Bom Aktif

Budi Satrio, pria berusia 48 itu diketahui memiliki seorang istri yang bekerja di Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jatim.

“Istri Budi Satrio bekerja sebagai PNS (Kemenag). Setiap hari dia rajin mengantar istrinya,” kata Supardi, Ketua RT 13/RW 5, Desa Masangan Wetan kepada detikcom, Rabu (15/5/2018) pagi.

Bahkan menurut penuturan Supardi, sebelum penggerebekan, Budi sempat mengantarkan istrinya berangkat kerja.

Budi dan keluarga tinggal di Perum Puri Maharani ini sudah lama. Oleh warga mereka dikenal sangat baik dan banyak berinteraksi dengan masyarakat.

Baca Juga:  [Breaking News] Rapper Iwa K Tertangkap Bawa Ganja di Bandara, Lihat Fotonya

“Istrinya bernama Wikoyah. PNS di Kemanag Provinsi Jatim,” kata Supardi.

Baca juga: Ada PNS Sebar Ujaran Kebencian di Medsos, Masyarakat Bisa Lapor ke Sini

Sampai saat ini, kata Supardi, banyak warga yang masih tidak percaya dengan kejadian penggerebakan itu.

“Masyarakat di perum ini hampir tidak percaya Budi seperti itu. Karena orangnya baik, terutama istrinya yang sering menyapa masyarakat di Perum Puri Maharani,” tutur Supardi.

Sigit Priyadi (39), warga Perum Puri Maharani blok A membenarkan jika istri Budi Satrio seorang PNS.

“Setiap hari kami mengetahui istrinya mengenakan pakaian seragam PNS. Namun bekerja dimana kami kurang paham meskipun tetangga dekat,” kata Sigit.

Baca Juga:  Ingin Seperti Turki, Walkot Palembang Teken Aturan PNS Wajib Salat Subuh Berjamaah

Diketahui, dalam penggerebakan di Perumahan Puri Maharani ini, Tim Densus 88 Polri menemukan sejumlah bom aktif.

Bom tersebut sama dengan yang ditemukan di rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo dan sisa bom di tiga gereja Surabaya.

Baca: Kapolri Ungkap Motif Serangan Bom Surabaya-Sidoarjo