Daerah, Jawa Barat, Kriminal

4 Terduga Teroris Ditembak Densus 88 di Cianjur

Densus 88 Anti Teror
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

Jurnalindonesia.co.id – Tim Densus 88 Anti Teror menembak mati 4 terduga teroris di kawasan Cianjur, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi pasca kerusuhan antara napi teroris (napiter) dengan aparat keamanan di Rutan Mako Brimob, 8-10 Mei 2018.

Dilaporkan detikcom, keempat terduga teroris tersebut disergap di kawasan Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Minggu (13/5) dini hari. Para terduga teroris disergap di dalam mobil Honda Brio bernopol F-1614-UZ.

Tim Densus sudah mengikuti pergerakan mereka sejak dari Sukabumi, Jawa Barat. Begitu sampai di Terminal Pasirhayam, mereka mencoba melawan petugas dengan senjata api, sehingga polisi pun terpaksa melumpuhkan mereka dengan timah panas.

Empat orang terduga teroris tewas di tempat.

Mobil yang ditumpangi 4 terduga teroris di Cianjur

Mobil yang ditumpangi 4 terduga teroris di Cianjur. (Foto: Istimewa)

Dalam peristiwa itu, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya beberapa pucuk senpi, barang diduga bahan peledak serta barang bukti lainnya.

Rosid (65), seorang pedagang yang biasa berjualan di Terminal Pasir Hayam menuturkan saat peristiwa itu terjadi.

Pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, pedagang pisang itu dikejutkan oleh baku tembak yang terjadi di gerbang belakang terminal.

Ia mengatakan, dari jarak sekitar 200 meter warga sudah tak boleh masuk ke terminal. Ia melihat sudah banyak aparat yang mengepung sebuah mobil yang ditumpangi terduga teroris.

“Dinihari tadi saya mau berjualan pisang, tapi saya lihat terminal sudah banyak aparat, lalu saya tak boleh masuk karena sedang ada pengepungan,” kata Rosid, dikutip Tribunnews, Minggu (13/5/2018).

Karena tidak bisa masuk terminal, akhirnya Rosid berjalan menuju masjid di sekitar pasar yang letaknya tak jauh dari terminal.

“Dari dalam mobil ada suara tembakan, lalu saya melihat semua aparat mengepung mobil itu dan melakukan tembakan balasan,” tutur Rosid.

Gerbang belakang Terminal Pasir Hayam

Gerbang belakang Terminal Pasir Hayam, lokasi baku tembak aparat kepolisian dengan 4 orang terduga teroris. (Foto: Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Rosid mengatakan, suasana terminal saat itu masih sangat sepi. Ia melihat baru dirinya saja yang tiba di sekitar pasar untuk berjualan.

“Setelah baku tembak selesai saya melihat ada empat orang dari dalam mobil terkapar dan dibawa ke mobil ambulans,” ujar Rosid.

Rosid mengatakan, usai baku tembak, area langsung dibersihkan dengan mobil pemadam kebakaran.

“Tadi subuh saya lihat langsung dibersihkan, dan suasana kembali normal,” katanya.

Lokasi baku tembak pun kembali normal dengan datangnya para pedagang yang akan berjualan.

Jalur pintu belakang terminal pada hari Minggu biasa digunakan car free day (CFD) dan berjualan para pedagang.