Kriminal

Napiter Pembunuh Polisi di Mako Brimob Terancam Hukuman Mati

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob
Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018). (Foto: Antara/Humas Mabes Polri)

Jurnalindonesia.co.id – Para narapidana teroris (napiter) yang terlibat kerusuhan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob, Selasa (8/5) hingga Kamis (10/5) terancam sanksi berat.

Kepolisian akan menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada pelaku pembunuhan lima anggota polisi yang gugur dalam tragedi tersebut.

Diketahui, ancaman hukuman maksimal untuk pasal tersebut adalah hukuman mati.

“Kira-kira begitu. Nanti bisa dicarikan hukuman yang lebih berat,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jumat (11/5) malam.

Saat ini kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Polisi hingga kini belum menentukan tersangkanya.

“Penyidik masih mengumpulkan alat bukti. Masih mencari,” katanya, seperti dikutip dari Indopos.

Kepolisian juga masih mencari napiter yang tertangkap kamera menginjak seorang korban yang dalam keadaan kritis. Foto kejadian tersebut telah beredar dan sudah viral di media sosial.

“Bisa dicari (pelakunya). Jangankan itu, kaca yang ada darah bekasnya saja bisa diketahui pelakunya. Kami punya inafis,” ujarnya.

JPNN

Loading...