Kriminal

Polda Jabar Hentikan Kasus Rizieq, Pengacara: Minggu Depan Giliran Polda Metro

Kapitra Ampera
Kapitra Ampera. (Foto: Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com)

Jurnalindonesia.co.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka tokoh Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan bahwa kliennya sangat bersyukur atas penghentian kasus tersebut.

“Habib Rizieq bilang Alhamdulillah,” kata Kapitra Ampera kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/4).

Baca: Polda Jabar Hentikan Kasus Rizieq Shihab, Ini Alasannya

Menurut Kapitra, sudah mestinya kasus Rizieq dihentikan sejak dulu. Sebab, kata dia, semua kasus yang menjerat Rizieq tidak jelas kedudukan hukumnya.

Kapitra pun mengklaim Rizieq akan segera pulang ke tanah air jika Polda Metro Jaya juga mengikuti langkah Polda Jabar menerbitkan SP3 dalam kasus dugaan pornografi.

Kapitra mengaku sudah mendapat pesan dari Rizieq agar pihak kuasa hukum segera melakukan komunikasi secara intensif dengan penyidik Polda Metro. Saat ini, kata Kapitra, komunikasi itu memang sedang intens dibangun. Dia pun optimis Polda Metro akan mengeluarkan SP3 pekan depan.

“Minggu depan kalau Polda Metro keluarkan SP3, saya langsung jemput Habib Rizieq ke Makkah dan langsung balik ke Indonesia,” ujar Kapitra.

Sebelumnya, Polda Jabar menerbitkan SP3 untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab.

Hal itu dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Umar Surya Fana. Menurutnya, SP3 tersebut dikeluarkan sekitar Februari atau Maret 2018.

“Betul sudah lama kok,” kata Umar kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/5).

Dia menjelaskan, alasan pihaknya menerbitkan SP3 tersebut adalah lantaran menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan Rizieq bukan merupakan tindak pidana.

“Hasil penyidikan menyimpulkan bukan merupakan tindak pidana,” kata dia.

Loading...