Nasional

Demo Hari Buruh Disinyalir Sudah Ditunggangi Para Mafia Politik

demo Hari Buruh
Ilustrasi demo Hari Buruh. (Foto: Antara/Fanny Octavianus)

Jurnalindonesia.co.id – Aksi demonstrasi puluhan ribu buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dinilai sudah disusupi para broker atau mafia politik.

Tujuannya adalah untuk membelokkan makna utama peringatan Hari Buruh itu, yakni sebagai aspirasi buruh dalam pencapaian kesejahteraan hidup.

Hal itu disampaikan Sekretaris Labor Institute Indonesia atau Institut Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan Andy William Sinaga, sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id.

Diperkirakan, ada sekitar 50 ribu buruh dari 10 konfederasi buruh atau serikat pekerja tingkat nasional akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara dan Monumen Nasional (Monas) pada 1 Mei 2018 ini.

Andy menilai, tak menutup kemungkinan para broker atau mafia politik dari partai oposisi pemerintah akan menunggangi aksi dan gerakan para buruh ini.

Caranya, kata dia, bisa dengan melakukan kampanye hitam atau menjatuhkan pemerintah lewat gerakan-gerakan yang berujung chaos.

Oleh sebab itu, Andy berharap aparat keamanan lebih memperketat pengamanan peringatan Hari Buruh ini.

“Terutama di kawasan-kawasan strategis ibukota seperti Jalan Sudirman, Rasuna Said, atau Medan Merdeka seputaran Istana dan Monas,” kata Andy, Selasa (1/5/2018).

Menurut Andy, adanya sinyalemen kepentingan politik ini sangat kental. Terlebih, ada satu konfederasi serikat buruh yang terang-terangan akan mendeklarasikan dukungan kepada salah satu bakal calon di Pilpres 2019 mendatang.

Baca: 1 Mei, KSPI Akan Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo pada Pilpres 2019

Karena itu, kata dia, aksi peringatan Hari Buruh ini sudah sangat jauh dari hakikat peringatan Hari Buruh Internasional dan telah digiring untuk kepentingan capres.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan, usai menyuaran tuntutan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), buruh ini akan menuju ke Istora Senayan pada siang harinya untuk melakukan deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai capres di Pilpres 2019.

“Deklarasi Presiden RI yang didukung buruh dalam Pilpres 2019 bertempat di Istora Senayan pada pukul 13.00-17.00 WIB, yang akan dihadiri Prabowo Subianto,” berikut salah satu poin undangan aksi May Day 2018 KSPI.

Sementara di depan Istana Negara, massa buruh akan menyampaikan tuntutan Tritura Plus.

Tuntutan pertama, menurunkan harga beras, listrik, BBM dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Tuntutan kedua, menuntut pemerintah menolak upah murah, mencabut PP 78/2015 tentang Pengupahan, dan merealisasikan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Tuntutan ketiga, menolak tenaga kerja asing, buruh kasar dari China, mencabut Pepres 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing TKA.

Tuntutan plusnya, meminta penghapusan outsourcing dan pilih Presiden pro buruh pada Pilpres 2019.

Baca juga: KSPI: Tenaga Kerja Buruh Kasar Asal Cina Capai 157 Ribu Orang