Nasional

Logo Masjid di Lanud Malang Diprotes Dianggap Mirip Salib, Ini Jawaban Airmin

Logo masjid yang dianggap mirip salib. (Foto: Twitter @NetizenTofa)

Jurnalindonesia.co.id – Twitter resmi TNI Angkatan Udara merespons cuitan netizen mengenai logo masjid di Kompleks Lanud Abdurahma Saleh, Malang, yang disebut-sebut mirip salib. Airmin — sebutan admin Twitter TNI AU — menegaskan bahwa logo yang disebut-sebut mirip salib sebenarnya adalah menara.

Netizen yang mempersoalkan logo masjid tersebut adalah Mustofa Nahrawardaya, pemilik akun Twitter @NetizenTofa.

“Min @_TNIAU mohon kiranya diusulkan agar, logo mirip Salib ini, dihilangkan. TIDAK PANTAS. Ini adalah Masjid di Komplek Lanud Abdurahman Saleh, Malang. Mumpung belum diresmikan. Tks,” cuit Mustofa pada Minggu (22/4).

Cuitan tersebut kemudian dibalas Airmin pada Senin (23/4). Airmin menyatakan bahwa logo tersebut bukanlah salib namun kubah menara.

“Terima kasih, kaligrafi tersebut membentuk bangunan masjid dan menaranya, di mana garis mendatar tersebut maksudnya alas kubah menara,” cuitnya.

Airmin juga menyatakan bahwa Tuhan maha tahu terkait niat hamba-Nya sehingga logo tersebut tak perlu diganti.

“Kalau hal seperti ini jadi masalah, niscaya Masjid Istiqlal tidak akan berdiri karena arsiteknya non-Muslim,” lanjut Airmin.

Baca juga: FPI Tak Akan Berhenti Kampanye di Masjid

Screenshot cuitan Airmin

Screenshot cuitan Airmin

Selain soal logo yang disebutnya mirip salib, Mustofa juga mempersoalkan penulisan nama masjid Al-Robithoh. Mustofa mengusulkan tulisan Al-Robithoh diganti dengan AR-Rabithah karena menurutnya tidak ada vokal ‘O’ dalam bahasa Arab.

Menjawab usulan itu, Airmin mengaku tidak ada maksud khusus.

“Dalam bahasa Arab memang tidak ada lafadz “O” namun lidah orang Indonesia selalu melafadzkan “O” untuk “A”, misal Allah akan dibaca Alloh. Insyaallah dengan hati yang bersih, apapun niat baik kita pasti akan sampai ke hadirat-Nya,” cuit Airmin.

Screenshot cuitan Airmin

Cuitan ini pun menuai pro dan kontra dan netizen, ada yang sependapat dengan usulan Mustofa, ada juga yang tidak.

Misalnya pemilik akun @M_S_Andi_P4 setuju dengan usul penggantian logo tersebut. “Masjid istiqlal arsitek nya Non Muslim bukan brrti itu mjd sebuah pembenaran min. Mohon dipertimbangkan dech min saran dan masukannya. Trimakasih,” cuitnya.

Sementara netizen yang tak sependapat dengan usulan Mustofa, seperti Abdurrochman Fadhola melalui akun melalui akun @fadholaa, berpendapat: “Itu namanya kaligrafi/khot koufi, dan biasanya koufi memang menggunakan bentuk menara masjid di atas huruf alif nya. Lanjutkan min. Mereka gak paham seni, makanya hidupnya kaku,” tulisnya.

Pemilik akun @rahtomo07 juga sependapat. “Ya begitulah jika sedikit-sedikit dikait-kaitkan, simbol inilah simbol itulah, alangkah baiknya kita berpikiran lebih luas, lebih bijak dalam melihat sesuatu jangn hanya menuruti hawa nafsu yang hanya membawa kita dalam kedangkalan berpikir,” cuitnya.

Baca juga: PGGJ Papua Persoalkan Suara Azan hingga Menara Masjid yang Tingginya Melebihi Gereja