Daerah, DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis, Kriminal

Sandiaga Akhirnya Mengakui Ada Bisnis Terselubung ‘Jual Beli’ Tenda PKL di Tanah Abang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (Foto: Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku mendapati fakta bahwa ada ‘jual beli’ tenda pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Bisnis terselubung jual beli tenda tersebut terungkap dari pengaduan seorang eks pelaku usaha Tanah Abang.

Tak tanggung-tanggung, jual beli tenda tersebut bisa mencapai jutaan rupiah. Bahkan menjelang Lebaran, harga per tenda melonjak di kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Padahal, Pemprov DKI Jakarta memberikan tenda-tenda tersebut secara cuma-cuma untuk memfasilitasi para PKL. Sandiaga mengaku sudah mewanti-wanti praktik kotor tersebut kepada Kepala Dinas UMKMP, Irwandi.

“Sudah kenyataan dan ini Pak Irwandi sudah berkali-kali saya ingatkan dan kita mengalami kesulitan karena ini bukan lagi dugaan, tapi sudah kenyataan di lapangan. Ada beberapa sinyalemen bahwa tenda-tenda tersebut disewakan. Dan pedagang tidak sanggup karena biayanya Rp25 juta,” kata Sandiaga di Pondok Kelapa Town Square, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018), sebagaimana dilansir Poskotanews.com, Jumat 13 April 2018.

Sandiaga mengaku kesulitan mengusut pelaku penyewa tenda-tenda yang mestinya gratis tersebut. Dia juga mengaku kesulitan jika harus membawa praktik jual beli tenda PKL ke ranah hukum.

“Sekarang gini, saya tanya, siapa yang ambil Rp25 juta, nggak ada yang mau ngaku, sekarang kita laporkan juga siapa (pelakunya) gitu loh,” ujar Sandi.

Oleh karena itu, untuk menghindari praktik jual beli lapak PKL, Sandi menyatakan akan mengubah pola penataan PKL. Sandi mengatakan akan menempatkan PKL di lahan lokasi binaan (lokbin) atau lokasi sementara (loksem) sehingga ada retribusi yang resmi. Hal ini dilakukan pada penataan PKL tanah Abang fase kedua.

Diketahui pada penataan pertama, Pemprov DKI Jakarta menutup Jalan Jatibaru Raya dan digunakan sebagai tempat berjualan bagi PKL. Sedikitnya 400 tenda disiapkan secara gratis bagi PKL Tanah Abang.

“Nanti tahap kedua, daripada didagangin sepeti itu, kita aja yang ngelola. Karena Pemprov nggak memungut, nggak ada yang mau ngaku juga, nanti kayak loksem aja. Akan kita tarik retribusi, akan kita tetapkan sebagai lokbin, atau loksem untuk tahap kedua. Kita aja yang mengutip, kan masuk kas negara,” tandas politisi Partai Gerindra itu.