Ekonomi dan Bisnis

Fadli Zon Heran Bagaimana Tunggakan Listrik di Rumahnya Bisa Viral

Wakil Ketua DPR Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Politikus Gerindra Fadli Zon mengaku heran bagaimana bisa rincian tunggakan listrik di rumahnya bisa menyebar di media sosial.

“Yang saya bingung, itu gimana kok PLN siapa yang menviralkan data pribadi itu? Apakah setiap orang yang punya tunggakan kemudian diviralkan listriknya?” kata Fadli kepada detikcom, Selasa (17/4/2018) malam.

Menurutnya, tagihan listrik adalah data pribadi pelanggan yang mestinya tak disebarkan luas secara sembarangan. Dia berharap ada penjelasan dari PLN soal kebocoran tagihan listriknya itu.

“Menurut saya nggak bener ini siapapun yang melakukan. Kalau saya sih nggak masalah ya, namanya juga politik ada serangan-serangan politik seperti ini, ya sah saja, itu risiko. Tetapi menurut saya PLN harus ditanya, sebuah data ini menjadi bagian dari penyebaran di sosial media,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

Baca Juga:  Bambang Brodjonegoro: Kondisi Ekonomi Indonesia Sekarang Mirip Saat Dijajah Belanda

“Jangan sampai hal-hal begini dijadikan serangan-serangan politik yang nggak mutu,” lanjut Fadli.

Baca: Listrik di Rumahnya Belum Dibayar, Fadli Zon: Saya Lagi Bokek Ha…ha…ha

Sebelumnya Fadli mengatakan bahwa tunggakan listrik di rumahnya yang berlokasi di kawasan Cimanggis, Depok tersebut sudah dibayarkan.

Menurutnya, pembayaran tunggakan listrik itu diurus oleh staf yang biasa mengurusi rumah di bilangan Cimanggis tersebut. Penunggakan itu, kata dia, terjadi karena staf rumah lupa. Sebab, tagihan listrik di rumah tersebut terpisah dari tagihan listrik properti lain miliknya.

Baca Juga:  Fadli Zon Anggap Proses Hukum Terhadap Habib Bahar Sebagai BentukKezaliman

Fadli pun mengaku tak pernah menempati rumah tersebut. Rumah itu dia jadikan sebagai Rumah Kreatif sejak tahun 2013.

“Saya nggak pernah nempatin rumah itu. Dari dulu saya dedikasikan Rumah Kreatif. Jadi itu Rumah Kreatif Fadli Zon, sudah saya resmikan 5 November 2013 lalu. Saya nggak pernah tinggal di situ, tapi itu rumah yang saya beli pertama tahun 1996,” jelasnya.